Kamis, 12 Maret 2009

KAMIS, 12 MARET 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)

BcE: Yer.17:5-10; Mzm.1:1-2.3.4.6; Luk.16:19-31.


Injil hari ini amat menarik. Ini adalah perumpamaan khas Lukas, karena tidak ada dalam injil sinoptik lain. Yesus membentangkan sebuah kisah dramatis tentang orang kaya dan orang miskin. Kisah ini sedemikian menariknya sehingga tanpa harus diterangkan pun orang sudah bisa menangkap apa isinya. Namun kiranya baik kalau di sini saya memberikan beberapa pesan moral hidup yang bisa diambil dari injil ini. Pertama, kita jangan egois dengan kekayaan kita. Kita tidak boleh menjadi kenyang sendiri dalam hidup ini. Kekayaan dan makanan adalah untuk dibagikan, untuk dinikmati bersama. Jangan ditumpuk sendiri. Nanti membusuk seperti manna di padang gurun itu. Kedua, hendaknya kita sadar bahwa masih ada hidup lain sesudah hidup ini. Hendaknya dalam hidup sekarang dan di sini kita benar-benar memperhitungkan efek hidup sekarang ini untuk hidup yang lain di masa datang. Ketiga, mutu hidup di masa datang ditentukan oleh mutu hidup kita di dunia ini. Kita tidak dapat melakukan perbaikan setelah tiba di arena hidup yang akan datang. Semuanya sudah terlambat. Maka mulailah kita hidup dengan sebaiknya sekarang dan di sini agar kita bisa menikmati kebahagiaan kekal di surga. Akhirnya, teks ini juga secara keseluruhan menjadi pesan bagi kita: kita tidak usah menunggu orang yang datang dari seberang kubur untuk melakukan perbaikan hidup kita sekarang dan di sini. Kalau mau bertobat, sekarang inilah saatnya, sebelum semuanya terlambat.


Tidak ada komentar: