Senin, 16 Maret 2009

SELASA, 17 MARET 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE: Dan.3:25.34-43; Mzm.25:4bc-5bc.8-9; Mat.18:21-35.

Injil hari ini amat menarik: perumpamaan pengampunan. Untuk menjawab Petrus, Yesus menegaskan bahwa hal mengampuni itu harus sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Ini perlipatan sebanyak tiga kali angka tujuh yang bagi orang Israel adalah lambang kesempurnaan. Jadi pengampunan harus total, bahkan tanpa syarat; mengampuni begitu saja. Titik. Untuk mengilustrasi pengampunan tanpa batas dan syarat itu Yesus mengisahkan sebuah perumpamaan. Menarik jika kita fokus pada tokoh yang ada di sini. Ada seorang hamba. Ia berutang sepuluh ribu talenta. Ketika tuan mengancam untuk menjual dia sebagai pelunas utang, ia bersujud dan menyembah memohon ampunan dan belas kasih. Lalu tuan itu, tergerak oleh belas kasihan, misericordia, sehingga keluar pengampunan dan pembebasan. Lalu kembali lagi ke hamba tadi. Ia bertemu dengan hamba lain yang berutang padanya 100 dinar. Hamba tadi, mengancam rekannya itu. Ketika rekannya bersujud dan memohon, ia menolak. Ia menjebloskan dia ke penjara. Reaksi kasihan justru datang dari teman lain. Mereka laporkan hal itu kepada sang tuan. Tuan itu marah dan berbalik menghukum hamba yang tidak tahu diri. Pesannya jelas: Kalau kita diampuni, selayaknya kita harus menularkan sukacita ampunan itu kepada orang lain yang bermasalah dengan kita. Kalau tidak demikian maka kita akan terkena batu bencananya juga.

Tidak ada komentar: