BcE: 2Raj.5:1-15a; Mzm.42:2.3; Mzm.43:3.4; Luk.4:24-30.
Injil hari ini adalah bagian utuh dari peristiwa Yesus ditolak di Nazaret, sehingga dari situ keluar ucapan terkenal ini: “...tidak ada nabi yang dihargai di tempat asalnya.” Karena penolakan itu Yesus mengutip peristiwa sejarah untuk mendukung pernyataanNya. Ada dua peristiwa sejarah yang dikutip. Pertama, mukjizat yang dikerjakan Elia bagi seorang janda di Sarfat yang tidak termasuk wilayah Israel. Justru di luar Israel-lah Elia berkenan mengerjakan mukjizat padahal bencana kelaparan juga menimpa Israel. Kedua, mukjizat penyembuhan sakit kusta si Naaman. Dia ini orang Siria. Banyak orang kusta di Israel, tetapi orang Siria yang disembuhkan. Kisah ulang sejarah itu menyinggung perasaan pendengarNya sehingga mereka marah dan mengusir Dia bahkan ingin menghancurkan Dia. Tetapi Ia berjalan lewat begitu saja. Tidak terjadi apa-apa di sana karena mereka tidak berkenan menerima. Mereka tidak siap menerima. Ini sebuah pelajaran bagi kita: apakah kita siap menerima Yesus atau tidak? Jangan-jangan kita termasuk orang yang menolak Dia, karena kita merasa tidak sudi menerima kehadiranNya. Jika demikian, ini saatnya bertobat, mengubah arah dan orientasi hidup kita agar diarahkan atau terarah kepada Kristus.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar