Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE: Yer.20:10-13; Mzm.18:2-3a.3bc-4.5-6.7; Yoh.10:31-42.
Injil hari ini juga menarik karena sekali lagi mementaskan pertikaian antara Yesus dan para penentangNya. Dikatakan bahwa orang Yahudi mau merajam Yesus. Maka Yesus mencoba meredam nafsu mereka dengan sebuah pertanyaan kritis: Aku sudah banyak melakukan perbuatan baik, tetapi mengapa kamu mau merajam Aku? Ternyata bukan karena perbuatan baiklah mereka ingin merajam Yesus. Melainkan karena mereka menganggap Yesus menghojat Allah. Dosa hojat harus dihukum mati, seperti ditetapkan dalam hukum Taurat. Lalu dengan mengutip Perjanjian Lama, Yesus mencoba membenarkan semua hal yang telah Ia katakan kepada mereka, terutama sekali pernyataan Dia bahwa Dia adalah Anak Allah. Rupanya Yesus mengartikan pernyataan itu sebagai sebuah relasi sangat unik antara DiriNya dan Bapa: yaitu relasi melakukan pekerjaan. Maka Yesus menawarkan sebuah jalan kompromi: Kalau tidak mau percaya kepada Dia, paling tidak percayalah pada pekerjaan Bapa yang Ia kerjakan. Ternyata jalan kompromi ini pun ditolak juga. Sebab mereka tetap ngotot mau merajam Yesus. Kalau hati sudah tertutup maka sudah tidak ada kemungkinan lain lagi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar