Senin, 06 April 2009

KAMIS, 02 APRIL 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)

BcE: Kej.17:3-9; Mzm.105:4-5.6-7.8-9; Yoh.8:51-59.


Injil hari ini juga agak sulit. Kita dengar salah satu percakapan antara Yesus dan pemuka Yahudi. Titik tolak percakapan itu ialah pernyataan Yesus: Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Pemuka Yahudi tidak mengerti apa yang Ia maksudkan. Bahkan mereka menganggapnya sebagai kerasukan setan. Maka nada pembicaraan pun semakin meningkat dan memanas. Sebagai tanggapan Yesus mengatakan mengenai martabatNya: Bapa-Kulah yang memuliakan Aku. Yesus mengatakan bahwa Ia mengenal Bapa itu dan menuruti firmanNya. Percakapan semakin diperuncing ketika Yesus menyinggung nama Abraham. Itulah yang menyebabkan mereka mengejek Yesus sebagai anak kemarin sore, yang sesungguhnya belum tahu banyak bahkan belum tahu apa-apa. Tetapi untuk menanggapi hal itu, Yesus menegaskan pra-eksistensinya, bahwa Ia berada sebelum segala abad: Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sebelum Abraham ada, Aku telah ada. Dengan ini Yesus versi Yohanes menegaskan pra-eksistensinya, sesuatu yang sudah dinyatakan Yohanes dalam prolog Injilnya. Di sinilah ketegangan antara Yesus dan para pemuka Yahudi, menjadi semakin panas. Tetapi saat Yesus belum tiba.


Tidak ada komentar: