Kamis, 21 Mei 2009

JUM'AT, 15 MEI 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)

BcE.Kis.15:22-31; Mzm.57:8-9.10-12; Yoh.15:12-17.


Hari ini, dalam penanggalan liturgi kita ada Pesta St.Pakomus, Abas. Dia adalah rahib Mesir, yang menempuh jalan hidup seperti itu, karena panggilan injil, karena mau menghayati Injil secara radikal. Mari kita mempestakannya dan menghormatinya karena teladan hidup injilinya itu. Ada beberapa hal penting dan menarik yang diungkapkan dalam injil hari ini. Pertama, adanya perintah saling mengasihi yang harus terjadi di antara para pengikut Yesus. Tetapi model dari kasih itu ialah kasih Tuhan sendiri: seperti Aku telah mengasihi kamu. Model kasih Tuhan itu searah saja. Tidak menuntut balas jasa, imbal jasa. Kasih Tuhan itu rela berkorban. Sehubungan dengan ini, maka terkenallah ucapan ini: Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada ini, yakni seorang memberikan nyawanya demi sahabat-sahabatnya. Kedua, ada martabat baru yang diungkapkan di sini: Yesus menyebut para muridNya sebagai sahabat. Relasi persahabatan itu harus tampak dalam perbuatan, yaitu meniru kasih sang Tuan. Martabat sebagai sahabat itu muncul karena Yesus sudah memberitahukan semuanya kepada mereka. Relasi persahabatan dalam kasih itu harus bisa menghasilkan buah. Harus bisa mendatangkan transformasi, perubahan mutu eksistensi dan relasi sosial. Sedemikian pentingnya hal ini, sehingga injil diakhiri dengan sekali lagi mengulangi perintah eksistensial itu: Kasihilah seorang terhadap yang lain.


Tidak ada komentar: