Kamis, 16 Juli 2009

JUM'AT, 17 JULI 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Kel.11:10-12:14; Mzm.116:12-13.15-16bc.17-18; Mat.12:1-8.



Ada beberapa lembaga hidup bakti yang mempunyai peringatan untuk Beata Magdalena Albrici dari Como, Teresia dari S.Agustinus, Maria Magdalena Postel. Mari kita ikut mengenang mereka ini dalam hidup dan doa kita. Injil hari ini, menarik karena mementaskan salah satu konfrontasi Yesus dengan orang Farisi. Para murid Yesus memetik gandum pada hari Sabat. Orang Farisi yang melihat hal itu, mempersoalkannya kepada Yesus. Mereka menganggap hal itu sebagai salah. Tetapi Yesus membela muridNya dengan mengutip dua kasus dalam Perjanjian Lama. Di sana ada kasus di mana orang masuk Rumah Allah untuk mengambil roti korban tetapi tidak dianggap salah. Juga ada kasus di mana orang melanggar Sabat dan tidak dianggap salah. Dengan memakai dasar kasus itu, Yesus membela para muridNya. Sekaligus juga Ia menyatakan diri sebagai lebih besar dari Bait Allah. Juga Ia menyatakan diri sebagai tuan atas Sabat. Betul bahwa memang perlu ada hari suci untuk Tuhan. Tetapi pelaksanaan hari suci itu haruslah sedemikian rupa jangan sampai melanggar prinsip-prinsip dan citarasa kemanusiaan. Jangan sampai demi mentaati hari suci, manusia justru dikorbankan. Yesus melawan tendensi legalistik seperti itu. Dan kita pun dipanggil untuk selalu menyadari tegangan antara pelaksanaan hari suci dan intuisi dasar kemanusiaan.

Tidak ada komentar: