Jumat, 17 Juli 2009

SABTU, 18 JULI 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M.
BcE.Kel.12:37-42; Mzm.136:1.23-24.10-12.13-15; Mat.12:14-21.



Hari ini ada pesta St.Odilia (OSC); juga ada peringatan Penampakan I Maria kepada St.Catarina Laboure (PK). Mari kita mengenang mereka dalam hidup dan iman kita. Injil hari ini menarik karena kita membaca tentang rencana orang Farisi untuk membunuh Yesus yang melanggar Sabat. Sebelumnya ada kisah di mana Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat. Ketika hal itu dipersoalkan oleh orang Farisi, dengan enteng Yesus menjawab dengan sebuah pertanyaan retoris yang menyentuh dan menantang citarasa kemanusiaan mereka: kalau ada domba yang terjeblos ke dalam sumur para hari Sabat, bukankah kita spontan menolongnya? Perbuatan itu tidak salah. Sebab yang dilarang pada hari Sabat ialah berbuat jahat. Tetapi jangan lalu disimpulkan bahwa hanya pada hari Sabat orang mau hidup bermoral. Tentu tidak demikian. Hidup bermoral adalah tuntutan dan kewajiban dari waktu ke waktu. Tetapi orang Farisi tidak bisa menerima argumen dan jalan pikiran Yesus. Maka mereka berusaha membunuhnya, lalu Yesus pergi dari situ. Ternyata ada banyak orang mengikuti dan mengagumi Dia. Tetapi Yesus melarang mereka menceritakan tentang siapa DiriNya, agar dengan itu terpenuhi sebuah nubuat dalam kitab Yesaya. Pertanyaan reflektif bagi kita ialah: bagaimana penghayatan hidup keagamaan kita, menjadi kaku dan legalistik atau tidak? Kalau menjadi seperti itu, maka kita perlu belajar lagi dari Yesus.

Tidak ada komentar: