Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Kel.40:16-21.34-38; Mzm.84:3.4.5.6a.8a.11; Mat.13:47-53.
Hari ini ada peringatan santo Petrus Krisologus dan Yustinus de Yakobis. Mari kita mengenang mereka dalam hidup dan doa kita. Injil hari ini berbicara tentang perumpamaan tentang jala besar. Yesus memakai perumpamaan jala besar itu untuk berbicara tentang Kerajaan Surga. Tetapi yang dibicarakan di sini bukan terutama fungsi jalan itu sendiri. Melainkan tindakan para nelayan yang mengumpulkan hasil tangkapan setelah mereka memisahkan ikan yang baik dari hal-hal yang tidak perlu. Biasanya setelah jala penangkap ikan ditarik ke darat, para nelayan akan memisahkan ikan-ikan yang baik dari ikan-ikan yang tidak baik. Yang baik dikumpulkan ke dalam tempayan. Yang tidak baik dibuang. Hal inilah yang dibandingkan Yesus dengan apa yang terjadi dalam Kerajaan Surga kelak. Pada saat itu akan ada pemisahan dan pemilahan juga. Para Malaekatlah yang akan berperan sebagai para nelayan. Mereka akan memisahkan orang jahat dari orang benar. Orang benar akan diterima masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan orang jahat akan dicampakkan ke dalam tungku berapi. Di surga akan terjadi sukacita besar, seperti dinikmati Lazarus itu. Sedangkan dalam tungku api (neraka), terjadi dukacita besar, yang diungkapkan di sini dengan ungkapan ratapan dan kertak gigi. Di hadapan kita terbentang dua macam nasib akhir: Masuk Kerajaan Surga, atau masuk tungku api kekal. Cara hidup kita akan menentukan kelak kita akan masuk ke mana. Semoga kita masuk ke dalam Kerajaan Surga.
Rabu, 29 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar