Senin, 27 Juli 2009

RABU, 29 JULI 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.1Yoh.4:7-16; Mzm.34:2-3.4-5.6-7.8-9.10-11; Yoh.11:19-27 (atau Luk.10:38-42).



Hari ini ada peringatan Santa Marta, Maria, Lazarus, Sahabat Tuhan. Mari kita kenang mereka dalam hidup dan doa kita. Ada dua teks injil yang disediakan Kalender Liturgi hari ini. Saya memilih teks dari Yohanes. Injil hari ini berbicara tentang pembangkitan Lazarus oleh Tuhan Yesus. Jika kita baca Injil Yohanes dengan baik, akan tampak bahwa kisah ini merupakan yang ketujuh dari tanda yang dikerjakan Yesus. Masih ada yang kedelapan yaitu kebangkitan dari alam maut. Tetapi yang biasanya disebut tanda-tanda dalam Yohanes berakhir pada tanda ketujuh: Lazarus bangkit. Terjadi peristiwa duka atas Marta dan Maria: saudara lelaki mereka, Lazarus meninggal. Dalam konteks itulah Tuhan datang. Yang dipentaskan di sini ialah sikap iman Marta. Mereka berbicara tentang kebangkitan. Yesus berbicara tentang kebangkitan Lazarus yang terjadi segera. Marta berbicara tentang kebangkitan di akhir jaman. Dalam konteks pembicaraan itu Yesus mewahyukan diri kepada Marta sebagai kebangkitan dan kehidupan. Sikap percaya kepada Yesus membawa konsekwensi kehidupan kekal. Di hadapan penyataan seperti itulah, Yesus menantang kepercayaan dan sikap pribadi Marta. Ternyata ia percaya: “Ya, Tuhan, aku percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, yang akan datang ke dalam dunia.” Tentu sikap dan keputusan iman Marta menjadi model bagi kita untuk ditiru dan dihayati dalam hidup. Sebagai pengikut Yesus yang percaya kepadaNya, tidak ada jalan lain bagi kita, selain menempuh sikap dan kepercayaan seperti yang dibentangkan dan diucapkan Marta tadi.

Tidak ada komentar: