Selasa, 14 Juli 2009

MINGGU, 16 AGUSTUS 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M.
BcE. Ams.9:1-6; Mzm.34:2-3.10-11.12-13.14-15; Ef.5:15-20; Yoh.6:51-58.


Hari ini, Hari Minggu Biasa XX. Injil hari ini bicara tentang roti hidup yang turun dari sorga. Yesus menyatakan diri sebagai roti hidup. Roti itu ialah tubuhNya sendiri. Roti itu diberikan agar dunia hidup. Ada reaksi salah paham dari orang banyak yang mengira ini praktek kanibalisme. Tetapi Yesus tidak membatalkan perwahyuan-Nya. Ia malahan menegaskan bahwa hal makan dan minum tubuh dan darah Tuhan adalah prasyarat hidup, termasuk hidup kekal. Ajakan Yesus dalam injil untuk makan roti hidup, kurang lebih sama dengan undangan hikmat yang menyediakan perjamuan dan mengundang semua yang mau makan bersama dia dalam perjamuannya. Ia mengajak mereka untuk makan bersama, tetapi dengan syarat agar mereka membuang kebodohan dan mengikuti jalan pengertian (Bac.I). Itu adalah nasihat dan ajakan untuk hidup berhikmat, untuk tidak hidup seperti orang bebal (Bac.II). Melainkan hidup sebagai orang yang dipengaruhi rahmat Tuhan. Kiranya pesannya sangat jelas: setia ikut serta dalam perjamuan Tuhan, dalam ekaristi, tempat kita bersatu dengan Tuhan dalam communio kudus. Jika kita bersatu dengan Tuhan, maka kita harus meninggalkan cara hidup serampangan, kacau balau, tidak teratur, penuh kemabukan dan pesta pora. Mari kita hidup sebagai anak-anak Tuhan.

Tidak ada komentar: