Selasa, 14 Juli 2009

MINGGU, 23 AGUSTUS 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M.
BcE. Yos.24:1-2a.15-17.18b; Mzm.34:2-3.16-17.18-19.20-21.22-23; Ef.5:21-32; Yoh.6:60-69.


Hari Minggu Biasa XXI. Injil mementaskan dua hal penting dalam hidup pengikut Yesus. Pertama, reaksi murid yang mundur setelah mendengar pernyataan Yesus tentang diriNya sebagai makanan dan minuman. Mereka menganggap ajaran itu keras. Di kalangan murid muncul salah paham kanibalisme yang membuat mereka mundur. Menghadapi hal itu, Yesus tidak menyurutkan perkataanNya. Kedua, Ia malah menantang kelompok duabelas untuk menguji iman mereka: Apakah kamu tidak pergi juga? Di sini, muncul Petrus yang memberi jawaban terkenal, mewakili murid yang lain: Engkau adalah Yang Kudus dari Allah. Agak sulit melihat kaitan Injil dengan Bac.II. Tetapi, kaitan itu dapat dijelaskan sbb: bahwa yang diperkarakan dalam injil ialah relasi khusus dan eksklusif antara Yesus dan murid. Relasi eksklusif itulah yang disinggung dalam Bac.II, yaitu relasi khusus-eksklusif antara Kristus dan gereja. Untuk menjelaskan hal itu, Paulus memakai bahasa metafor relasi suami dan isteri. Relasi khusus dan eksklusif itulah yang dipentaskan dan dituntut dalam Bac.I hari ini. Memang, dalam relasi iman dengan Allah kita dituntut untuk menjalin relasi khusus, eksklusif, mesra. Tidak ada yang lain di antara kita. Kira-kira begitu bahasa populernya.

Tidak ada komentar: