Rabu, 15 Juli 2009

SELASA, 14 JULI 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Kel2:1-15a; Mzm.69:3.14.30-31.33-34; Mat.11:20-24.



Hari ini ada peringatan Santo Kamillus dari Lellis, Fransiskus Solanus. Mari kita mengenang mereka dalam hidup dan doa kita. Injil hari ini, bagi saya amat menarik, sebab dalam penggalan teks ini kita baca bahwa Yesus mengecam beberapa kota. Ini menarik karena Yesus mengutuk kota-kota itu. Terasa sekali bahwa Yesus seperti orang yang sedang marah dan berputus-asa. Ia sudah mengerjakan banyak mukjizat di pelbagai tempat dan kota. Tetapi reaksi terhadap karya-karya ajaib itu berbeda-beda. Ada yang langsung bertobat dan melakukan semacam upacara perkabungan sebagai tanda tobat dan sesal, sekaligus niat yang baik untuk berubah dan berbuah di masa-masa yang akan datang. Dalam pengamatan Yesus, perubahan atau metanoia justru terjadi di kota-kota yang bukan Israel. Misalnya di Tirus dan Sidon. Orang-orang di sana, ketika melihat mukjizat Yesus, mereka langsung bertobat. Tidak demikian halnya dengan kota-kota di Israel. Mereka sulit bertobat. Hati mereka sudah tertutup. Itu sebabnya Yesus menubuatkan hukuman yang lebih berat bagi kota-kota Israel daripada kota-kota para bangsa. Ya, dari kita juga dituntut reaksi yang tepat dan sepatutnya terhadap semua karya agung Tuhan bagi kita. Termasuk yang paling utama, karya agung Tuhan dalam wujud kehadiran Yesus di dunia ini, baik itu dalam sabda maupun dalam Ekaristi. Semoga kita bisa bertobat karena dan dengan mengalami mukjizat firman dan ekaristi itu.

Tidak ada komentar: