Rabu, 15 Juli 2009

SENIN, 13 JULI 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
Bc.E.Kel.1:8-14.22; Mzm.124:1-3.4-6.7-8; Mat.10:34-11:1.


Hari ini ada peringatan fakultatif Santo Henrikus, dan Teresia Yesus dari Andes. Mari kita mengenang mereka dalam hidup dan doa kita. Injil hari ini, memberitakan beberapa hal penting dan sulit. Pertama, sabda Yesus yang mengatakan bahwa Ia datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Agak sulit memahami teks ini. Ini termasuk teks sulit dalam kitab suci. Tetapi kiranya yang dimaksud ialah bahwa ketika berkenalan dengan Yesus, orang perlu mengambil sikap tegas. Biasanya sikap tegas itu, tidak selalu mudah didamaikan dengan dunia lama kita. Mau tidak mau ada peristiwa kekerasan yang terjadi di sini, betapa pun itu adalah kekerasan pada level rohani belaka. Itulah kiranya yang dimaksudkan dengan pedang. Kedua, Yesus tidak main-main dengan ucapanNya itu. Sebab lebih lanjut Ia mengatakan bahwa barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku. Jadi, orang harus mengambil sikap dan keputusan tegas dalam mengikuti Yesus, termasuk mengikuti Dia di jalan salibNya (via dolorosa). Masih ada beberapa hal lain yang menarik yang ada dalam teks ini. Tetapi saya mau fokus pada bagian akhir dari injil hari ini. Di sana Yesus membentangkan sebuah perintah etis kepada kita: memberi per-hati-an kepada orang kecil. Apa saja yang kita perbuat untuk orang kecil dan sederhana, hal itu kita lakukan bagi Yesus. Memberi per-hati-an tidak usah dengan cara yang besar dan hebat. Cukup dengan memberi segelas air saja. Itu pun adalah sebentuk per-hati-an, sebuah aksi memberi hati. Yesus amat menghargai hal seperti itu. Semoga kita sanggup melakukan hal itu. Dan tidak melarikan diri dengan dalih mencari perbuatan yang lebih agung, besar dan meriah. Jika ini yang terjadi, kita sudah mendapat upah di bumi ini. Kita hanya mencari kebesaran diri kita sendiri saja.

Tidak ada komentar: