Senin, 27 Juli 2009

SELASA, 28 JULI 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Kel.33:7-11; 34:5b-9.28; Mzm.103:6-7.8-9.10-11.12-13; Mat.13:36-43.



Hari ini adalah hari biasa. Tidak ada pesta, tidak ada peringatan, tidak ada perayaan. Tetapi hari ini tetap penting, seperti halnya hari-hari lain. Injil hari ini berbicara tentang penjelasan perumpamaan lalang di antara gandum. Perumpamaan itu sendiri sudah disampaikan Tuhan Yesus dalam ayat 24-30. Sekarang Tuhan Yesus memberikan penjelasannya bagi para muridNya. Inilah salah satu contoh bagaimana Kitab Suci itu sendiri menyediakan tafsir atau penjelasan bagi dirinya sendiri. Hal itu sangat membantu kita untuk memahami dan menjelaskannya. Tetapi apa yang dimaksud dengan perumpamaan lalang di antara gandum itu? Menurut Tuhan Yesus ada tujuh unsur yang terkandung di dalam perumpamaan itu. Pertama, si penabur itu sendiri, yang tidak lain ialah Anak Manusia. Kedua, ladang, yang tidak lain ialah dunia tempat manusia hidup dan berada. Ketiga, benih yang baik, yang tidak lain ialah anak-anak Kerajaan. Keempat, lalang, yang tidak lain ialah anak-anak si jahat. Kelima, musuh yang menaburkan benih lalang, yang tidak lain ialah Iblis itu sendiri. Keenam, waktu atau saat menuai, yang tidak lain ialah akhir jaman. Ketujuh, para penuai, ialah malaikat. Ketujuh unsur atau peran ini, dengan sengaja dibentangkan oleh Tuhan di hadapan kita semua sebagai model untuk kita tiru dan kita praktekkan dalam hidup. Pilihan dan keputusan ada di tangan kita: mau memilih yang mana? Semoga kita memilih menjadi benih yang baik, dan bukan benih yang jahat. Sebab benih yang baik itu ditabur oleh Anak Manusia, sedangkan benih yang jahat itu ditabur oleh Iblis.

Tidak ada komentar: