Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE: Kej.28:10-22a; Mzm.91:1-2.3-4.14-15ab; Mat.9:18-26.
Hari ini ada peringatan fakultatif Maria Goretti, Perawan dan Martir. Pembela kemurnian dan keperawanan. Maria Goretti adalah Model keteladanan kaum perempuan Kristiani (Katolik). Dua serikat hidup bakti mengenangnya secara khusus, CP, PRR. Mari kita mengenang hidup beliau dalam hidup dan doa kita sendiri. Injil hari ini, mengisahkan dua kisah penyembuhan ajaib yang dikerjakan Yesus. Pertama, mukjizat pembangkitan anak perempuan dari seorang kepala rumah ibadat. Tetapi sebelum itu terjadi, ada mukjizat lain, yang kedua (tetapi sesungguhnya inilah yang pertama dalam urutan waktu, tetapi kedua dalam urutan kisah), yang dikerjakan Yesus. Dilukiskan bahwa ada seorang perempuan yang sakit pendarahan. Tetapi perempuan ini, menurut ketetapan agama Yahudi, adalah najis. Ia tidak boleh tampil di ruang publik karena kenajisan pendarahannya itu. Menarik bahwa perempuan itu, walaupun dengan diam-diam, masuk menerobos ruang publik dan tabunya itu. Tidak hanya sampai di situ saja. Ia bahkan berani menyentuh jubah Yesus. Ini sebuah model keberanian luar biasa. Seorang perempuan menyentuh ujung jubah seorang pria di muka umum. Bagi kaum feminis teks ini menjadi amat penting. Ia menjadi model perempuan yang berani menegaskan diri di tengah kultur patriarki yang begitu ketat mengikat. Setelah mukjizat ini, barulah Yesus melanjutkan rencana tindakan mukjizat pertama: membangkitkan anak perempuan dari kepala rumah ibadat itu. Terjadilah demikian. Saya perlu mencatat reaksi banyak orang terhadap Yesus: mereka menertawakan Dia. Apakah kita juga termasuk orang yang menertawakan Yesus? Hanya anda sendiri yang tahu.
Rabu, 15 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar