Senin, 31 Agustus 2009

SABTU, 29 AGUSTUS 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE: Yer.1:17-19; Mzm.71:1-2.3-4a.5-6ab.15ab.17; Mrk.6:17-29.



Hari ini adalah Pesta wafatnya St.Yohanes Pembaptis. Mari kita kenang tokoh agung ini dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini, amat terkenal, yaitu pembunuhan Yohanes Pembaptis. Di sini amat terasa jalin-menjalin yang tidak terhindarkan antara moral dan etika politik serta kekuasaan. Pada panggung kekuasaan ada Raja Herodes. Di belakang panggung ada Filipus, saudara Herodes ini. Mungkin ada persaingan kekuasaan di antara mereka. Tetapi yang tampak ke permukaan ialah, persaingan cinta. Tidak tanggung-tanggung Herodes menyingkirkan Filipus dengan membunuhnya, lalu mengambil istrinya yang cantik, Herodias. Kira-kira seperti drama penyingkiran Uria oleh Daud karena Daud birahi pada Batsyeba. Dan memang terjadilah demikian. Di sinilah moral masuk ke dalam panggung politik. Yohanes Pembaptis mengecam tindakan Herodes itu. Herodes sendiri sebenarnya diam saja. Tetapi Herodias-lah yang menjadi panas hati. Maka ia mencari-cari kesempatan untuk menyingkirkan orang yang mengecam percintaannya dengan sang Raja. Selama Yohanes masih hidup, ia akan selalu menjadi ganjalan dan gangguan dalam suara hatinya. Kesempatan emas itu datang pada saat pesta ulang tahun sang raja. Sang raja yang terlena oleh indahnya tarian sang putri Herodias bersumpah memberikan apa saja yang ia minta. Ternyata ia meminta kepala Yohanes. Demi sumpah politiknya, Herodes tidak bisa dan tidak mau mundur. Moral, dikalahkan oleh karut-marut politik. Politik memang kotor. Tetapi kita dipanggil untuk terlibat di dalamnya, membuatnya menjadi suci, memberinya semacam aura suci. Semoga berhasil usaha dan harapan itu.

Tidak ada komentar: