Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE: 1Tes.4:13-17a; Mzm.96:1.3.4-5.11-12.13; Luk.4:16-30.
Hari ini hari biasa. Tetapi Injil hari ini, sangat terkenal, sebab di sini dipentaskan salah satu adegan penting dalam hidup Yesus. Adegan penting yang dimaksud ialah fakta bahwa Yesus ditolak di Nazaret. Tetapi mengapa Ia ditolak? Yesus ditolak karena perkataanNya dianggap menyinggung perasaan orang-orang Nazaret. Bagaimana pun juga orang Nazaret itu juga adalah orang-orang Yahudi. Tetapi justru tentang orang Yahudi itulah Yesus bercerita tentang dua peristiwa yang terjadi di dalam perjanjian lama. Peristiwa pertama, mukjizat yang terjadi pada diri janda di Sarfat itu. Tuhan mengutus Elia ke sana, padahal di Israel sendiri ada banyak juga janda yang memerlukan pertolongan. Dan di sana, dengan pertolongan Tuhan, Elia mengerjakan mukjizat, penggandaan tepung dan minyak, sehingga mereka bisa bertahan hidup selama musim kering yang berkepanjangan. Hidup mereka diselenggarakan Tuhan sendiri. Peristiwa kedua, ialah penyembuhan Naaman, orang Siria itu. Dengan sengaja dan terang-terangan Yesus mengkontraskan apa yang terjadi. Pada saat itu ada banyak orang yang sakit kusta. Tetapi justru hanya satu orang saja yang disembuhkan. Dan itu pun bukan orang Israel, melainkan orang Siria. Jadi, shalom Allah ditawarkan kepada semua orang, tidak hanya dibatasi pada batas-batas Israel saja. Itulah yang menyebabkan orang-orang itu menjadi marah besar. Mereka lalu menolak Yesus, dan bahkan mereka mau melemparinya dengan batu. Bagaimana dengan sikap anda sendiri? Hanya anda sendiri yang tahu.
Senin, 31 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar