Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE. Yer.31:7-9; Mzm.126:1-2ab.2cd-3.4-5.6; Ibr.5:1-6; Mrk.10:46-52.
Hari ini hari Minggu Biasa XXX. Injil hari ini berbicara tentang kisah penyembuhan seorang yang bernama Bartimeus. Ia seorang pengemis buta, yang setiap hari duduk di pinggir jalan. Dari desas-desus ia mendengar bahwa Yesus akan lewat di dekat tempat ia duduk. Ia tidak mau melewatkan kesempatan emas itu. Ia mau menggunakannya dengan sebaik-baiknya. Maka ia pun berseru mengucapkan nama Yesus. Ia memohon agar Yesus sudi mengasihi dirinya. Tiada hentinya ia memohon hal itu. Orang ini menjadi model orang yang tekun meminta, tiada peduli apa kata orang. Dan ketekunan itu akhirnya berbuah. Suaranya didengarkan Yesus. Yesus memanggilnya. Permohonan dia hanya satu: Domine ut videat. Tuhan semoga aku dapat melihat. Ini adalah sebuah kerinduan orang buta yaitu agar ia bisa melihat. Permohonannya itu langsung dikabulkan Yesus. Dikatakan dalam injil bahwa penglihatan orang itu langsung sembuh. Bac.I hari ini mengisahkan sebuah perjanjian baru yang akan diikat Yahweh dengan umatNya. Umat yang dibuang akan dibawanya kembali ke tanah terjanji. Itulah keselamatan. Tuhan mengambil inisiatif mengadakan pembaharuan umatNya. Di antara umatNya ada yang buta, ada yang lumpuh, ada perempuan yang mengandung. Mereka semua akan dibawa ke tanah terjanji dan di sana menghayati sebuah hidup baru, hidup dalam perjanjian baru. Bac.II, mementaskan peranan Imam Besar Yesus Kristus. Martabat itu diberikan kepadaNya oleh Allah. Yesus Kristus dimuliakan oleh Bapa. Yesus itulah yang diwartakan dalam injil membawa pemulihan atas mata orang buta sehingga ia bisa melihat kembali. Kemampuan melihat kembali berarti orang masuk ke dalam suatu relasi baru, baik dengan dengan dirinya sendiri, dengan orang lain, dengan alam, dan terutama dengan Allah. Tidak selalu mudah menghayati relasi baru itu.
Rabu, 16 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar