Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE: Kol.3:1-11; Mzm.145:2-3.10-11.12-13ab; Luk.6:20-26.
Hari ini ada Peringatan Petrus Klaver, Beato Frederik Ozanam. Mari kita mengenang mereka dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini, membentangkan warta bahagia dan warta celaka menurut versi Lukas. Di sini kita dapat menemukan lima sabda bahagia. Sebenarnya ada empat sabda bahagia dan satu sabda bersukacitalah. Tetapi keduanya mempunyai arti yang sama. Maka dijumlahkan total menjadi lima sabda bahagia. Itu berbeda dengan versi Matius yang mempunyai delapan sabda bahagia itu. Kemudian kita juga menemukan ada empat sabda celaka. Kelima sabda bahagia itu sendiri sudah mengandung pesan dan nasihat tertentu. Di sana dilukiskan kontras antara nasib dan keadaan yang sekarang ini ada dan dialami, yang akan diubah dalam perspektif masa depan dalam kerajaan Allah. Begitu misalnya yang terdapat dalam contoh kutipan sbb: Berbahagialah, hai kamu yang sekarang ini menangis, karena kamu akan tertawa. Jadi, kondisi yang ada dan dialami sekarang ini akan diubah mejadi kebalikannya di masa yang akan datang. Keempat sabda celaka itu juga sudah mengandung pesan dan nasihat tertentu juga. Sebagaimana halnya dengan sabda bahagia di atas tadi, sabda celaka ini juga melukiskan sebuah kontras antara apa yang dialami sekarang dan di sini dan apa yang dialami dan ada nanti. Contoh berikut ini kiranya dapat menjelaskan hal itu dengan lebih baik. Celakalah kamu, yang sekarang ini tertawa, karena kamu akan berdukacita dan menangis. Warta ini mengingatkan dan menasihati kita untuk jangan sampai terlalu berlebih-lebihan di dalam mengarungi apa yang saat ini kita alami. Sebab keadaan bisa saja berubah dan menjadi lain sama sekali dalam perjalanan waktu yang berikutnya.
Jumat, 11 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar