Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE: Mi.5:1-4a; Mzm.13:6ab.6cd; Mat.1:1-16.18-23.
Hari ini hari Pesta Kelahiran SP Maria. Kita boleh menyebutnya “Dies Natalis Mariae.” Hari ini juga adalah Hari besar SVD sebab ini adalah hari kelahiran SVD. Saya teringat akan tanggal 8 September di Seminari kecil dahulu: Selalu ada pesta yang disebut Pesta keluarga. Ini tidak mengherankan karena di seminari kami dahulu sebagian besar guru kami adalah para imam SVD. Selamat atas hari jadi serikat mereka. Beberapa lembaga hidup bakti merayakan hari ini dengan sangat meriah. Mari kita juga ikut merayakan hari ini dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini, berkisah tentang dua hal besar. Pertama, tentang silsilah Yesus. Dalam yang pertama ini, tampak jelas Maria memainkan peranan penting di bagian akhir untaian silsilah itu, sebab berbeda dengan bagian yang sebelumnya, di ayat 16 dikatakan, Maria-lah yang melahirkan (mempunyai anak) Yesus. Kedua, tentang kelahiran Yesus. Dalam yang kedua ini Yusuf yang lebih berperan. Di sini kita baca bahwa Yusuf pun “mendapat kabar dari malaekat Tuhan” seperti halnya Maria menerima kabar dari malaekat Tuhan dalam Injil Lukas. Memang mungkin terasa agak aneh bahwa injil inilah yang dibacakan dalam pesta kelahiran Maria ini. Mungkin hal itu disebabkan karena dalam untaian silsilah tadi, Maria ditampilkan sebagai orang yang muncul di antara untaian nama-nama kaum pria yang memainkan peranan penting dalam sejarah keselamatan. Dengan kata lain, mau dikatakan di sini bahwa kelahiran Maria menjadi pengandaian dasar dari kelahiran Yesus. Salah satu kabar baik yang bisa dipetik dari warta injil hari ini ialah mengenai kesetiaan dan keberanian iman Yusuf. Keberanian itulah yang memungkinkan terjadinya Immanuel itu. Semoga kita juga dapat menjadi tanda dan warta kehadiran immanuel dalam kehidupan kita sehari di tengah-tengah masyarakat.
Jumat, 11 September 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar