Kamis, 22 Oktober 2009

KAMIS, 22 OKTOBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Rm.6:19-23; Mzm.1:1-2.3.4.6; Luk.12:49-53.



Perlu diketahui bahwa ada beberapa serikat hidup bakti yang mempunyai pesta dan peringatan khusus pada hari ini (FIC, MTB, PMY). Mari kita menghayati bersama mereka sukacita perayaan itu. Injil hari ini mungkin akan sangat mengejutkan bagi sementara pembaca. Karena di sana dikatakan bahwa Yesus datang untuk membawa pemisahan. Ini paradoksal sekali, karena Yesus mempunyai gelar raja damai, dan juga Immanuel. Bagaimana itu mungkin terjadi? Itu tidak lain karena kedatangan Yesus menantang orang untuk menentukan sikap dan pilihan hidup. Mau ikut Dia atau tidak. Kalau orang sudah memutuskan untuk mengikuti Dia maka keputusan itu akan mempunyai dampak dan konsekwensi yang sangat besar dan dahsyat atas hidup pribadinya, atas relasi kekerabatannya, atas relasi sosial-primordialnya. Ia akan menjadi manusia lain terhadap dirinya sendiri di masa silam, akan menjadi manusia lain dalam relasinya dengan keluarganya. Tidak jarang relasi itu bersifat konfliktual karena hidup mengikut Yesus, kalau mau dijalani dengan sungguh-sungguh, berarti hidup dalam konteks kehadiran kerajaan Allah. Dalam konteks itu, maka pasti akan ada nilai-nilai yang tidak lagi dapat dipertahankan bahkan mungkin harus ditinggalkan. Mungkin dalam dirinya sendiri nilai-nilai itu tetap berguna, tetapi tidak demikian halnya dalam konteks kehadiran kerajaan Allah. Ya, Yesus, seperti telah dinubuatkan Simeon, akan menjadi tanda perbantahan, sign of contradiction, tanda yang menimbulkan perbantahan. Hal itu berlaku juga bagi orang yang mengikuti Dia. Tidak bisa tidak. Semoga kita siap untuk itu.

Tidak ada komentar: