Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Rm.7:8-25a; Mzm.119:66.68.76.77.93.94; Luk.12:54-59.
Hari ini ada peringatan wajib St.Yohanes dari Capestrano, Gulielmus, Yohanes Bono. Mari kita mengenang mereka dalam hidup dan doa kita masnig-masing. Injil hari ini mendorong kita untuk mampu membaca tanda-tanda jaman, signs of time. Selain tanda-tanda jaman, kita juga sering mengamati tanda-tanda alam. Itu sangat penting bagi para petani dan peternak terutama di masa silam. Kemampuan membaca tanda-tanda alam itu akan membawa berkah bagi pertanian dan peternakan. Ternyata menurut Yesus, yang dibutuhkan tidak hanya kemampuan membaca tanda-tanda alam saja, melainkan juga kemampuan membaca tanda-tanda waktu, tanda-tanda jaman. Tetapi tidak mudah membaca tanda-tanda jaman. Karena itu tidak semua orang mampu melakukannya. Yesus mengecam ketidak-mampuan itu. Itu hal pertama yang disampaikan injil hari ini. Hal kedua ialah soal kemampuan memutuskan sendiri apa yang benar dan hal berdamai dengan orang lain. Yesus berharap agar kita mampu memutuskan bagi diri sendiri apa yang benar. Hal itu penting dalam situasi konflik. Dalam situasi konflik, adalah jauh lebih baik mengupayakan perdamaian lewat jalan kekeluargaan, pemecahan konflik dari hati ke hati, dari muka ke muka, dari pada harus menempuh jalur hukum dan pengadilan. Sebab kalau jalur terkahir ini yang dipakai maka bisa saja akan bermuara pada bencana berupa pengurungan. Kalau kita menang, tidak akan mendapat apa-apa, selain fakta bahwa hukum sudah ditegakkan. Mungkin ada baiknya kita ingat lagi pepatah Melayu klasik ini: Menang jadi arang, kalah jadi abu. Artinya sama-sama tidak jadi apa-apa. Terserah kita mau memilih yang mana. Pilihan ada di tangan kita masing-masing.
Kamis, 22 Oktober 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar