Kamis, 22 Oktober 2009

SABTU, 24 OKTOBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Rm.8:1-11; Mzm.24:1-2.34ab.5-6; Luk.13:1-9.



Hari ini ada Peringatan fakultatif Antonius Maria Claret, Aloysius Guanella. Mari kita mengenang mereka dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini membahas dua hal penting ini. Pertama, mengenai dosa dan penderitaan. Ada dua penyebab terjadinya sengsara, penderitaan dan kematian di sini. Yang satu ialah kekejaman sesama (dalam hal ini penguasa politik, terwakili Pilatus), yang lain ialah bencana alam (bangunan roboh yang menimpa orang di dalamnya). Kita cenderung mengkaitkan kedua penyebab ini dengan dosa: Orang yang mati dibunuh atau mati karena tertimpa reruntuhan gedung adalah orang berdosa. Yesus menentang anggapan seperti itu. Yesus tidak mengkaitkan kematian, sengsara dengan dosa. Karena itu, kalau orang tidak bertobat maka akan tertimpa bencana dan kekejaman yang sama. Jadi sebenarnya secara implisit juga diakui bahwa ada kaitan antara dosa dan sengsara dan maut. Kedua, mengenai pohon ara yang tidak berbuah. Sudah ada keputusan mengenai nasibnya, yaitu ditebang karena tidak berbuah. Tetapi yang menarik ialah bahwa perawat taman meminta kelonggaran, meminta agar diberi kesempatan satu kali lagi. Sesudah kesempatan satu kali nanti akan ada sebuah evaluasi. Betapa cukup banyak kita diberi kesempatan satu kali lagi oleh Tuhan dalam hidup ini, hanya sering sekali kita tidak menyadarinya. Semoga renungan ini dapat menjadi sebuah penyadaran yang penting.

Tidak ada komentar: