Selasa, 20 Oktober 2009

SELASA, 20 OKTOBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Rm.5:12-15b.17-19.20b.21; Mzm.40:7-8a.8b-9.10-17; Luk.12:35-38.



Hari ini ada Peringatan wajib St.Magdalena dari Nagasaki, Pesta Mater Admirabilis, peringatan fakultatif St.Kaprasius. Mari kita mengenang mereka dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini sangat menarik perhatian. Ini adalah nasihat agar selalu berjaga-jaga, menantikan datangnya sang tuan. Sebanyak dua kali Yesus menghimbau agar kita senantiasa berjaga-jaga. Itu tampak dari dipakainya kata “Hendaklah” sebanyak dua kali dalam perikopa ini. Memang seharusnya demikianlah tugas seorang hamba atau abdi, yaitu menanti kedatangan sang tuan kapanpun ia kembali. Jauh lebih menarik lagi ayat 37. Di sana muncullah kata istimewa: Berbahagialah (makarioi, makarios). Tetapi mengapa berbahagia? Karena mereka terbukti setia dalam menjalankan tugas. Masih ada alasan yang jauh lebih penting dan mendasar lagi dalam ayat 37b. Ternyata sang tuan yang dinanti-nanti kedatangannya itu, yang kini giliran menjadi “pelayan.” Saya merasa seakan-akan baru membaca teks ini untuk pertama kalinya ketika menyadari hal ini. Tuan yang datang itulah yang akan mengikat pinggangnya, mempersilakan mereka duduk makan, dan Tuan itulah yang akan melayani mereka. Ini luar biasa. Walau saya belum tahu persis apa makna dari hal ini. Tetapi fakta pembalikan peran itu bagi saya amat luar biasa. Kalau memang terjadi seperti itu, maka dalam ayat 38, diulangi lagi ucapan berbahagia itu. Tentu memang itulah yang paling ideal. Semoga kita didapati berada seperti itu sebagai abdi Kristus. Tidak mudah memang. Tetapi kita harus berusaha.

Tidak ada komentar: