Jumat, 20 November 2009

SABTU, 21 November 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE. 1Mak.6:1-13; Mzm.9:2-3.4.6.16b.19; Luk.20:27-40.



Hari ini ada Peringatan wajib SP Maria Dipersembahkan Kepada Allah. Mari kita mengenang peristiwa ini. Injil hari ini, berbicara tentang Orang Saduki yang bertanya kepada Yesus tentang kebangkitan. Orang-orang Saduki itu sendiri adalah kelompok yang tidak percaya akan kebangkitan. Sedangkan Yesus, percaya akan kebangkitan itu. Maka mereka pun datang kepada Yesus dengan sebuah kasus yang menarik. Ada tujuh orang bersaudara yang telah menikahi seorang perempuan karena mereka (mulai dari yang pertama) meninggal tanpa sempat mempunyai keturunan. Akhirnya si perempuan itu juga meninggal. Lalu, dalam alam kebangkitan, siapakah yang menjadi suami dari perempuan itu? Jawab Yesus sangat singkat: dalam dunia kebangkitan itu, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan. Mereka akan hidup seperti malaekat. Lalu Yesus berteologi tentang kebangkitan. Menurut Dia, Allah itu bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Mengapa? Karena di hadapan Dia, semua orang hidup. Ternyata Yesus didukung oleh para ahli Taurat (yang banyak berasal dari kalangan Farisi, lawan politik dan ideologi Saduki). Pelajaran apa yang dapat ditarik dari sini? Kita jangan pernah nekad mencobai Tuhan dalam hidup ini. Itu saja.

Tidak ada komentar: