Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
PENELITI CCRS (Center for Cultural and Religious Studies) FF UNPAR BANDUNG
BcE. Yer.23:5-8; Mzm.72:2.12-13.18-19; Mat.1:18-24.
Hari ini hari kedua puluh Adven. Injil hari ini, mengisahkan sesuatu yang sangat indah yaitu kabar gembira dari malaekat Gabriel kepada Yusuf. Jadi, yang mendapat kabar gembira itu tidak hanya Maria, melainkan juga Yusuf. Dalam sebuah visiun (mimpi sebagai sarana wahyu) Gabriel meneguhkan hati Yusuf agar ia tidak takut mengambil Maria sebagai isterinya. Mengapa? Karena anak yang ada dalam rahim Maria itu berasal dari Roh Kudus yang akan menjadi penyelamat umat dari dosa (Yeshuha). Dengan mengutip Yesaya, Matius menetapkan pada awal injilnya bahwa Allah akan senantiasa menyertai kita, Immanuel. Hal itu akan menjadi warta pokok Matius, sebab imanuel itu nanti masih akan muncul di bagian akhir injilnya. Dan yang terpenting ialah keputusan Yusuf yang karena peneguhan dari Malaekat lalu mengambil Maria menjadi isterinya. Yusuf, seorang yang saleh hatinya, bersedia menerima Maria yang sedang mengandung Yesus (keselamatan dari Allah bagi umat) dalam rahimnya. Dengan cara itu Yusuf menjadi sang pelindung Yesus, sang penebus. Itulah sebabnya tradisi Katolik memberi Yusuf sebuah gelar terhormat sebagai pelindung sang Penebus, Protector Redemptoris. Fiat Maria dalam Lukas, diimbangi oleh Matius di sini dengan semacam fiat Yusuf. Kedua fiat itu menjadi model perilaku hidup beriman bagi kita sekalian.
Senin, 21 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar