Minggu, 20 Desember 2009

MINGGU, 24 JANUARI 2010

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransibm)
BcE. Neh.8:3-5a,6-7,9-11; Mzm.19:8,9,10,15; 1Kor.12:12-30; Luk.1:1-4; 4:14-21.



Injil hari ini cukup aneh karena menggabungkan dua perikopa berbeda. Pertama, pendahuluan injil Lukas. Kedua, Yesus kembali ke Galilea. Dalam yang pertama, ada dua hal yang dikemukakan yaitu niat penginjil untuk membukukan kabar baik tentang Yesus secara teratur. Juga agar “…segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar.” Jadi, injil ditulis untuk menjamin kebenaran pemberitaan Injil. Dalam yang kedua, ada satu peristiwa penting: Yesus mengajar di rumah ibadat di Nazaret dengan mengutip nabi Yesaya. Pendengar berharap agar Ia menafsirkan teks itu. Apa hubungan kedua perikopa ini? Sederhana saja: salah satu hal yang mau diwartakan Lukas ialah bahwa Yesus ditolak oleh orang sebangsaNya. Bac.II mengajarkan sesuatu yang lain dan juga menarik yaitu mengenai satu tubuh dalam Kristus, walau terdiri atas banyak anggota. Ya, di dalam Kristus kita semua adalah satu, bahkan satu tubuh, dan Kristus kepalanya. Tidak boleh ada saling meremehkan dalam solidaritas satu tubuh Kristus itu. Bac.I dari Neh dipilih di sini karena seperti mau menampilkan prototipe Kristus yang masuk dalam rumah ibadat dan dengan penuh kewibawaan membacakan firman Allah dan menjelaskannya kepada pendengar. Seperti Nehemia, Yesus pun tampil memukau yang pada gilirannya memunculkan reaksi beragam. Yesus, yang dipenuhi Roh Allah mampu mewartakan kehadiran Roh Allah itu ke atas dunia ini.

Tidak ada komentar: