Senin, 15 Februari 2010

MINGGU, 28 MARET 2010

Oleh: FRANSISKUS BORGIAS M
PENELITI CCRS FF-UNPAR BANDUNG.

Bc.E. Yes.50:4-7; Mzm.22:8-9,17-18a,19-20,23-24; Flp.2:6-11; Luk.22:14-23:56.


Hari ini Minggu Palma. Kita mengenang peristiwa masuknya Tuhan dengan mulia ke Yerusalem. Hari ini dalam injil kita dengar (baca atau diyanyikan) Kisah Sengsara (Passio) versi Lukas. Itu dimaksudkan untuk mengajak kita mengenangkan sengsara Tuhan. Mari kita dengar Passio ini dinyanyikan/dibacakan dengan sebaik-baiknya. Mengapa? Karena Kisah Sengsara adalah inti pewartaan (kerygma) gereja purba. Kisah sengsara merupakan bentuk paling tua tradisi Injil. Masing-masing keempat Injil mewartakan kisah sengsara ini. Dalam hal itu mereka mirip satu sama lain karena mewartakan satu warta yang sama. Tetapi dalam detail kisah, penginjil punya agenda masing-masing. Mereka membentuk dan menyusun bahan kisah sengsara agar cocok dengan bangunan arsitektur teologis masing-masing. Dalam injil Lukas hari ini kita lihat alur arsitektur teologis sbb: semuanya bermuara pada klimax di Yerusalem. Mula-mula ada niat persekongkolan jahat melawan Yesus yang disponsori salah seorang muridNya. Tidak lama setelah perjamuan paskah, terjadi drama sakratmaut di getsemani tempat Yesus ditangkap. Tetapi akhirnya semuanya bermuara pada kemenangan atas kuasa setan. Dengan itu Yesus memenangi kosmos dari kuasa setan. Dengan kebangkitanNya Yesus membawa janji kemuliaan masa depan bagi semua. Bac.I hari ini mementaskan ketaatan Yesus sebagai Hamba Tuhan. Apa yang dibentangkan Yesaya terjadi dalam Injil hari ini. Bac.II juga, sebagaimana Bac.I, mementaskan penghambaan dan penghampaan Yesus Kristus (kenosis) demi peninggianNya dan juga demi keselamatan kita. Itulah misteri iman yang kita kenangkan dan kita rayakan hari ini. Semoga kita semua bisa memahami semua misteri itu.

Bandung, 15 Februari 2009
SIS B (CCRS-FFUNPAR BANDUNG)

Tidak ada komentar: