Selasa, 15 Juni 2010

JUM'AT, 21 MEI 2010

OLEH: FRANSISKUS BORGIAS M.
LAY THEOLOGIAN DAN PENELITI CCRS
FAKULTAS FILSAFAT UNPAR BANDUNG
BcE: Kis.25:13-21; Mzm.103:1-2,11-12,19-20ab; Yoh.21:15-19.



Hari ini hari biasa Pekan VII Paskah. Ada peringatan S.Kristoforus dr Magallanes Jara, dkk (imam & martir). Mari kita mengenang mereka dalam doa kita. Injil hari ini terkenal: percakapan personal Yesus dan Petrus. Ada beberapa catatan menarik tentang teks ini. Pertama, dalam kisah sengsara versi Yohanes, tidak disebutkan bahwa Petrus sedih atau menangis ketika menyangkal Yesus. Yohanes, menunda “tangis” Petrus sampai saat ini. Kedua, dalam dialog ini, menarik bahwa Yesus tidak menyebut Petrus dengan gelarnya, Petrus, melainkan dengan nama pribadinya (Simon bin Yunus). Karena dialog ini dirancang sebagai pemulihan Petrus, maka sapaan nama pribadi itu penting. Yesus tidak mengkaitkan kelemahan masa silam Petrus dengan jabatannya sebagai batu karang, melainkan dengan pribadinya. Ketiga, mungkin perlu disadari urutan perintah Yesus kepada Petrus setelah ditanyai perihal kasihnya kepadaNya. Menurut teks asli, perintah itu punya urutan sbb: dimulai dengan perintah “Berilah makan domba-dombaKu.” (Booske probata sou). Disusul perintah kedua, “Jagalah domba-dombaKu.” (Poimaine arnia sou). Perintah ketiga, “Berilah makan domba-dombaku.” Urutan ini menarik: Tugas penggembalaan dibingkai tugas memberi makan. Tugas penggembalaan itu kongkretnya ialah memberi makan. Tidak ada gunanya penggembalaan jika domba tidak makan, ditimpa kelaparan. Wujud kongkret tugas penggembalaan ialah memberi kemakmuran dan kesejahteraan domba. Gembala tidak dapat melepaskan diri dari tanggung-jawab etis atas kesejahteraan dan kemakmuran domba. Itu perintah Tuhan sendiri. Kita tidak dapat tawar menawar dengan hal itu. Siapa pun yang mendapat tugas memimpin gereja, hendaknya tidak boleh mengabaikan fakta ini.


BANDUNG, MEI 2010
SIS B, CCRS FF-UNPAR BANDUNG

Tidak ada komentar: