OLEH: FRANSISKUS BORGIAS M
LAY THEOLOGIAN dan PENELITI GESER INSTITUE DAN CCRS
CENTER FOR CULTURAL AND RELIGIOUS STUDIES FF-UNPAR BANDUNG
BcE. Keb.9:13-18; Mzm.90:3-4,5-6,12-13,14,17; Flm.9b-10,12-17; Luk.14:25-33.
Hari ini Hari Minggu Kitab Suci Nasional. Hari ini secara khusus diadakan agar umat Katolik di Indonesia ini semakin secara intensif mencintai dan mengakrabi kitab suci dan akhirnya bisa hidup dari dan berdasarkan Kitab Suci itu. Injil hari ini membentangkan kepada kita mengenai syarat mengikuti Yesus. Syaratnya ialah “harus mau dan mampu melepaskan segala sesuatu.” Jelas ini syarat yang tidak ringan. Lalu bagaimana? Ya, mengikuti Yesus adalah sebuah keputusan yang amat besar. Bukan keputusan asal-asalan. Karena itu harus dipikirkan matang-matang. Mungkin kita dewasa ini tidak bisa lagi merasakan hal itu: karena kita menjadi murid atau pengikut Yesus secara massal, bukan keputusan personal. Apalagi dengan proses yang relatif mudah dan tidak berbelit-belit. Dulu pada masa gereja purba, ketika menjadi Kristen itu sulit dan bahkan ada risiko kemartiran dan kematian, keputusan menjadi pengikut Yesus adalah perkara hidup dan mati. Hal inilah yang coba dijelaskan Yesus dengan memakai dua ibarat (pertama, ay.28-30; kedua, ay.31-32). Dalam kedua ibarat ini, tampak bahwa pekerjaan yang akan dikerjakan itu berat dan tidak bisa dilakukan setengah-setengah, melainkan harus dipikirkan matang-matang. Dalam konteks inilah kita harus membaca ayat 27 dan 33. Ayat 27 adalah idealisme kemuridan ala Lukas: seorang murid tidak bisa mengharapkan nasib lain selain mengikuti Tuhan seraya memikul salib. Ayat 33 juga dapat dimengerti sebagai tuntutan yang tidak dapat main-main dalam hal mengikuti Yesus. Bagaimana kongkretnya sekarang dan di sini? Tentu tidak berarti kita harus membenci orang tua, sanak saudara kita. Melainkan menempatkan Yesus di atas segala-galanya. Jika terjadi konflik nilai, kita harus berani memilih Yesus dan bukan yang lain. Semoga kita mampu menjadi murid Yesus yang sejati dan rela mengorbankan apa saja demi iman akan Tuhan Yesus.
BANDUNG, 18 JULI 2010
SIS BM,GESER INSTITUTE FF-UNPAR
Minggu, 18 Juli 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar