Kamis, 28 Mei 2009

JUM'AT 29 MEI 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Kis.22:30; 23:6-11; Mzm.103:1-2.11-12.19-20; Yoh.21:15-19.

Tanpa terasa hari ini novena kedelapan. Pada hari ini ada pesta St.Maria Anna dari Paredes, Beato Yoseph Gerard. Saya selalu terharu membaca injil ini. Ini drama pemulihan Petrus. Ia sudah menyangkal Yesus tiga kali, kini dimurnikan lewat pengujian dan pemurnian dalam tiga tahap. Yang menarik ialah Yesus menyapa Petrus bukan dengan gelarnya, melainkan dengan nama pribadi, Simon, anak Yohanes. Apa artinya? Yesus tidak mau mengkaitkan kesalahan Petrus (menyangkal tiga kali), dengan Gelar Petrus, Kefas, Batu Karang, melainkan dikaitkan dengan diri pribadi Simon anak Yohanes. Tersirat pesan di sini: jangan cepat melihat kesalahan dalam diri pejabat gereja apalagi menyalahkannya. Yesus memberi teladan untuk itu. Hal kedua yang menarik perhatian ialah perintah Yesus kepada Simon tatkala ia sudah menyatakan cintanya kepada Yesus. Dalam teks Yunani, perintah pertama berbunyi: Boske probata su, artinya, berilah makan domba-dombaKu. Perintah kedua: poimaine probata su, artinya, jagalah domba-dombaKu. Perintah ketiga berbunyi: Boske probata su, artinya, berilah makan domba-dombaKu. Jadi, alurnya jelas: Beri makan, setelah kenyang, terus dijaga atau diberi perhatian, kalau lapar lagi diberi makan lagi. Jadi, Petrus diberi tugas menjadi gembala, sebab ketiga kata kerja tadi adalah tugas gembala. Tetapi Petrus bukan gembala utama, sebab gembala utama ialah Yesus. Petrus harus menggembalakan domba untuk dibawa kepada Yesus, bukan dibawa kepada dirinya sendiri. Itu sebabnya di akhir ay 19 dikatakan: Ikutlah Aku. Jadi sambil menggembalakan domba, Petrus tetap harus mengikuti Yesus dan membawa domba-domba itu kepada Yesus.

Rabu, 27 Mei 2009

KAMIS, 28 MEI 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)

BcE.Kis.22:28-38; Mzm.16:1-2a.5.7-8.9-10.11; Yoh.17:20-26.


Tanpa terasa hari ini hari novena Ketujuh. Tidak ada santo-santa yang khusus diperingati hari ini. Injil hari ini adalah kelanjutan injil kemarin, yang berbicara tentang Doa Imam Agung Yesus Kristus bagi para murid-Nya. Ada beberapa permohonan Yesus yang perlu digaris-bawahi. Ia berdoa bagi orang yang percaya di masa yang akan datang, yaitu orang yang percaya karena pemberitaan para murid. Jadi kita sudah didoakan Yesus. Ia memohon persatuan para murid menurut persatuan Bapa dan Putera. Sampai dua kali hal ini diulang dalam injil hari ini. Tujuan persatuan ialah agar dapat menjadi kesaksian bagi dunia mengenai pengutusan Yesus oleh Bapa, dan terutama mengenai relasi kasih Bapa dan Putera. Masih ada permohonan lain dari Yesus, yaitu agar Ia selalu bisa berada bersama dengan para muridNya. Tujuan akhir dari semua ini ialah agar para murid dan terutama dunia bisa mengenal dan mengalami kasih Bapa. Bagi saya, betapa doa ini sangat menyentuh hati dan perasaan. Sebuah doa yang mengalir dari dalam lubuk kasih itu sendiri. Ya, memang begitulah seharusnya doa dan berdoa: mengalir dan memancar keluar dari dalam lubuk hati yang penuh kasih.


RABU, 27 MEI 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Kis.20:28-38; Mzm.68:10-11.20-21; Yoh.17:11b-19.

Hari ini ada pesta St.Agustinus dari Canterbury. Dia adalah seorang Rahib Benediktin yang mendapat tugas untuk mewartakan injil ke tanah Inggris. Selain itu, hari ini juga adalah Hari Novena keenam. Ada beberapa hal menarik yang bisa dikemukakan dari injil hari ini. Dalam pengalaman saya, inilah bagian yang paling menyentuh perasaan dari seluruh doa itu. Mengapa? Karena di sini kita membaca Yesus memohon beberapa hal yang sangat penting bagi hidup kita: periharalah mereka dalam namaMu. Juga karena di sini kita membaca permohonan Yesus agar kita semua dapat menjadi satu sebagai para pengikutNya: ut omnes unum sint. Teks ini juga menarik karena Yesus menyatakan apa yang selama ini telah Ia lakukan bagi para muridNya dan di tengah-tengah mereka. Misalnya, Yesus telah memelihara mereka, menjaga mereka, agar mereka tidak binasa, melainkan agar mereka beroleh hidup, dan juga agar dalam hidup itu sukacita mereka menjadi penuh. Di bagian akhir dari teks injil ini kita baca bahwa Yesus juga berdoa agar para muridNya dikuduskan. Bagi, semuanya ini adalah luar biasa, indah dan mengagumkan. Kiranya setelah menyadari semuanya ini, semoga kita semakin bisa mencintai Tuhan kita Yesus Kristus, penebus dan penyelamat kita.

Senin, 25 Mei 2009

SELASA, 26 MEI 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Kis.20:17-27; Mzm.68:10-11.20-21; Yoh.17:1-11a.

Hari ini adalah novena kelima. Hari ini juga adalah hari Pesta St.Filipus Neri. Ada beberapa hal penting yang dibentangkan injil hari ini. Ini adalah penggal pertama dari sebuah sebuah doa yang sangat panjang. Ini adalah Doa imam agung bagi umatNya. Begitu ilmu tafsir menyebut teks ini. Dalam doa itu Ia berjanji memberi hidup kekal kepada mereka. Inti hidup kekal itu ialah pengenalan akan Allah. Saya selalu sangat terkesan dengan Injil ini, karena di sini Tuhan Yesus sendiri berdoa bagi para muridNya, bagi para pengikutNya. Bagi saya tidak ada hiburan dan dorongan lain yang jauh lebih kuat lagi dari pada kenyataan bahwa Tuhan Yesus sendiri berdoa bagi kita semua kepada Bapa. Injil ini memberi saya sebuah keyakinan yang kuat bahwa perpisahan tidak selalu merupakan kata akhir dari segala sesuatu. Bisa juga terjadi perpisahan itu adalah awal dari sebuah perjumpaan baru, sebuah perjumpaan yang lebih baik. Dalam hal ini, Yesus akan “berpisah” dari para muridNya, untuk pergi kepada Bapa. Kepergian kepada Bapa itu menjadi syarat munculnya kehidupan baru bagi para murid. Mereka kini menjadi hidup di dalam Bapa melalui Anak, yaitu Yesus. Maka perpisahan tidak usah harus selalu menyedihkan. Itulah pesan Injil hari ini sejauh saya bisa membaca dan merenungkannya dengan baik.

SENIN, 25 MEI 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)

BcE.Kis.19:1-8; Mzm.68:2-3.4-5ac.6-7ab; Yoh.16:29-33.


Hari ini hari Novena hari keempat. Mari kita berkanjang dalam penantian akan turunnya Roh Kudus. Hari ini juga ada pesta wajib St.Beda Venerabilis. Paus Gregorius VII. Ada juga St.Magdalena dan Sofia. Ada beberapa hal yang menarik dari Injil hari ini. Pertama, perkataan Yesus bahwa tahap perumpamaan sudah berlalu. Kini Yesus berbicara secara terus terang dan langsung kepada para murid. Dan para murid bisa menangkap semuanya, sehingga mereka terdorong untuk percaya bahwa Yesus datang dari Allah. Kedua, ada sebuah nubuat yang menyedihkan, yaitu tentang akan tercerai-berainya para murid, dan mereka akan meninggalkan Yesus sendirian. Tetapi itu tidak menjadi masalah, sebab Yesus tidak sendirian, Ia disertai Bapa. Yesus mengungkapkan semuanya ini dengan maksud agar para murid beroleh damai sejahtera di dalam Yesus. Hal ini perlu sebab para murid masih menderita di dunia. Tetapi Yesus memberi jaminan, bahwa derita itu tidak akan berlangsung lama, derita itu bukan keadaan tetap, sebab dunia itu sudah dikalahkan oleh Yesus. Semoga kita terhibur oleh sabda injil hari ini.


Minggu, 24 Mei 2009

SABTU, 23 MEI 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)

BcE.Kis.18:23-28; Mzm.47:2-3.8-9.10; Yoh.16:23b-28.


Ada beberapa orang kudus yang diperingati hari ini. Ada Antide Thouret. Juga ada pesta yang terkait dengan Bunda Maria: SP.Maria, Ratu Para Rasul, SP.Maria Pertolongan Orang Kristen. Hari ini adalah hari kedua Novena Pentakosta. Injil hari ini juga cukup pendek. Tetapi ada beberapa hal yang dibentangkan di sana. Injil dimulai dengan satu penegasan mengenai efektifitas dari permohonan kepada Bapa dalam nama Yesus. Permohonan seperti itu pasti akan dikabulkan. Yesus mendorong para murid untuk meminta sesuatu dari Bapa melalui nama Yesus. Diharapkan bahwa hal itu akan memenuhi dan melengkapi sukacita para murid. Sampai saat ini Yesus banyak mengajar tentang Bapa dengan memakai kiasan. Akan datang saatnya, Yesus akan mengajar secara lugas saja tentang Bapa. Bagian akhir injil ini lagi-lagi menjelaskan tentang misteri relasi dalam Tritunggal Mahakudus. Bapa mengasihi Anak, sang Anak mengasihi para muridNya, dan para murid mengasihi sang Guru dan percaya padaNya. Maka, mereka semua berada dalam satu lingkaran relasi kasih. Kasih mengikatsatukan mereka semua. Semoga kita layak berada dalam lingkaran kasih itu.


JUM'AT 22 MEI 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Kis.18:9-18; Mzm.47:2-3.4-5.6-7; Yoh.16:20-23a.

Ada beberapa orang kudus yang diperingati hari ini. Ada Rita dari Cascia, ada Yoachina de Vedruna de Mas. Sekaligus hari ini adalah hari pertama Novena Pentakosta. Injil hari ini sangat singkat. Tetapi di sana terungkap beberapa hal yang menarik perhatian. Pertama, dimulai dengan pelukisan paradoks antara para murid dan dunia. Para murid dilanda dukacita (karena kepergian Yesus), sedangkan dunia bergembira. Tetapi, kedua, dukacita para murid itu bukanlah keadaan tetap, atau keadaan tanpa akhir. Sebab sebentar lagi dukacita itu akan berubah menjadi sukacita. Tetapi mengapa terjadi perubahan seperti itu? Penjelasannya sangat indah karena mengambil ibarat seorang perempuan yang melahirkan. Dalam proses melahirkan ia merintih kesakitan, tetapi begitu kelahiran itu terjadi, ia dilanda sukacita besar sehingga kesakitan itu terlupakan dan menjadi relatif, menjadi tidak berarti apa-apa lagi. Dukacita para murid pun tidak akan berlangsung lama, sebab mereka akan melihat Yesus lagi. Perjumpaan dengan Yesus itulah yang menjadi sumber sukacita mereka. Dan sukacita itu akan berlangsung tetap dan tidak akan bisa dirampas oleh siapa-siapa lagi. Semoga kita pun bisa menghayati hal ini. Sukacita murid Kristus.