Minggu, 20 Desember 2009

MINGGU, 07 FEBRUARI 2010

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE. Yes.6:1-2a,3-8; Mzm.138:1-2a,2bc-3,4-5,7c-8; 1Kor.15:1-11; Luk.5:1-11.



Injil hari ini mengisahkan pemanggilan para murid dari pekerjaan mereka sebagai penjala ikan menjadi penjala manusia. Setelah mengajar di tepi pantai, Yesus menyuruh Simon agar “duc in altum” untuk menangkap ikan. Petrus berkata bahwa mereka sudah tangkap ikan semalaman tetapi gagal. Kini Petrus mencoba melakukan lagi hal itu karena perintah Yesus. Hasilnya, luar biasa. Hal itu menyebabkan Petrus merasa kecil dan berdosa di hadapan Yesus. Jawaban Yesus mendatangkan perubahan transformatif besar dalam hidup Simon dkk: Mereka diubah dari penjala ikan menjadi penjala manusia. Sejak itu, mereka meninggalkan segala sesuatu lalu mengikut Yesus. Sebagaimana dalam injil kita mendengar “panggilan” Petrus dkk, demikian juga dalam Bac.I kita membaca kisah lain, yaitu panggilan Yesaya. Lewat peristiwa visiun dramatis di Bait Allah, Yesaya dipilih, dipanggil dan diutus untuk melaksanakan perintah Allah. Dalam injil peristiwa pemanggilan itu didahului mukjizat yang memurnikan motivasi, demikian juga dalam Bac.I ini panggilan dan penugasan Yesaya didahulu peristiwa ajaib. Dalam injil pemanggilan itu dilanjutkan dengan penugasan, demikian juga di sini pemanggilan Yesaya dilanjutkan dengan penugasan. Bedanya Yesaya menyatakan eksplisit persetujuannya atas penugasan itu sedangkan Simon dkk tidak eksplisit menyatakan hal itu, hanya secara simbolis. Bac.II hari ini mengemukakan sisi lain dari panggilan itu: Bahwa panggilan itu tidak terutama ditentukan oleh disposisi hidup batin seseorang. Apapun disposisi orang itu, kalau Allah memutuskan untuk memilih dan menetapkan orang itu menjadi alatNya, maka hal itu akan terjadi. Itulah yang terjadi dengan kisah Paulus. Ia yang tadinya penganiaya jemaat, kini menjadi pewarta ulung dan tangguh. Itu semua terjadi karena rahmat dan kasih setia Allah semata-mata.

Tidak ada komentar: