Senin, 04 Januari 2010

SABTU, 26 DESEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
PENELITI CCRS (Center for Cultural and Religious Studies) FF-UNPAR BANDUNG.

BcE. Kis.6:8-10. 7:54-59; Mzm.31:3cd-4.6.8ab.16bc.17; Mat.10:17-22.



Hari ini ada Pesta St.Stefanus. Dia adalah sang Martir Pertama dalam sejarah gereja Katolik. Mari kita mengenang dia dalam hidup dan doa kita. Injil hari ini berkisah tentang nubuat mengenai penganiayaan yang akan datang dan soal keberanain pengakuan iman akan nama Yesus. Dikatakan bahwa akan terjadi peristiwa tragis di mana para pengikut Kristus akan diseret dan diserahkan ke pengadilan, dan di sana mereka akan disiksa, dicambuk, dianiaya. Dan itu semua terjadi karena pengakuan akan nama Yesus. Menakutkan. Mengerikan. Tetapi sekaligus di sini diberikan sebuah janji penghiburan yang membesarkan hati. Dikatakan bahwa jika hal itu terjadi, para murid tidak usah sibuk atau repot memikirkan kata-kata pembelaan mereka. Mengapa? Karena hal itu akan diberikan secara langsung melalui ilham daya Roh Kudus kepada mereka. Ilham itu akan membuat para penguasa dunia tidak berdaya menghadapi mereka. Tentu saja hal ini secara manusiawi amat menakutkan. Dan hal itu wajar saja. Kita juga tentu saja tidak menghendakinya. Tetapi, suatu saat mungkin hal itu tidak terhindarkan lagi. Suatu saat akan terjadi juga, begitu saja. Kalau hal itu sampai terjadi, dan kita bertekun di dalam iman, maka hal itu akan menentukan mutu iman mereka dan juga sekaligus menentukan keselamatan mereka. Apa yang dialami Stefanus adalah contoh kongkret dan sekaligus model pertama dari kemartiran dalam sejarah Gereja Katolik. Ia diseret ke pengadilan agama. Lalu dirajam. Tetapi sebelum itu ia dengan kata-kata cemerlang memberikan pembelaannya di hadapan mahkamah agama di Yerusalem sebagaimana dilukiskan dengan sangat baik dalam Kisah Para Rasul itu. Kasus Stefanus adalah sebuah contoh yang jelas bahwa nasib para murid tidak berbeda jauh dari nasib sang Guru. Guru mati disalib, maka para muridpun jangan mengharapkan nasib yang lebih baik. Ya, kita sudah diberi model. Tinggal kita melihat, belajar, dan melaksanakannya.

Tidak ada komentar: