Senin, 30 November 2009

SENIN, 30 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Rm.10:9-18; Mzm.19:2-3.4-5; Mat.4:18-22.



Hari ini ada Pesta St.Andreas Rasul. Mari kita mengenang dia dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini, berkisah mengenai pemanggilan murid-murid Yesus yang pertama. Dilukiskan bahwa Yesus berjalan di pinggir danau. Ia melihat orang yang sibuk dengan pekerjaan mereka di sana. Mereka itu dipanggilNya. Dengan serta merta mereka menanggapi panggilan itu. Mereka meninggalkan kesibukan dan pekerjaannya. Mereka meninggalkan orang-orang mereka selama ini. Termasuk ayah. Dari pengamatan singkat ini ada beberapa hal yang bisa ditarik. Pertama, Tuhan memanggil manusia untuk menjadi alatNya dari konteks kehidupan dan kesibukan kita. Tuhan tidak memanggil orang yang menganggur apalagi bermalas-malasan. Kedua, orang yang dipanggil Tuhan itu serta-merta ikut saja. Mereka tidak menunda-nunda. Jadi, tanggapan itu hampir seperti reaksi spontan dan refleks. Ketiga, setelah mereka itu dipanggil dan mengikut panggilan itu, profesi mereka berubah/diubah: dari penjala ikan, menjadi penjala manusia. Semoga kita siap menanggapi panggilan Tuhan menjadi alatNya sesuai dengan profesi kita. Di sini saya tidak terutama terpikir mengenai panggilan khusus, melainkan panggilan umum sebagai pengikut Kristus. Kita mempunyai kewajiban fundamental untuk mengikuti panggilan Yesus dan menjadi penjala manusia seperti yang Ia kehendaki. Semoga kita siap untuk itu.

Sabtu, 28 November 2009

SABTU, 28 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Dan.7:15-27; MT.Dan.3:82.83.84.85.86.87; Luk.21:34-36.



Hari ini ada Peringatan wajib St.Katharina Laboure, Yakobus dari Marka, Beata Maria Helena Stollenwerk. Mari kita mengenang mereka dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini, memberi sebuah nasihat kepada kita agar berjaga-jaga. Secara lebih rinci injil menasihatkan kita agar jangan sampai membiarkan diri kita tenggelam dalam kemabukan dan pesta pora serta kekhawatiran hidup sehari-hari. Saya menggaris-bawahi dua unsur di situ, yakni kemabukan dan pesta pora. Kedua hal itu memang membuat orang bisa terlena. Maka janganlah membuat diri kita tenggelam dalam kemabukan dan pesta pora. Muara akhir dari nasihat ini ialah agar jangan sampai hari Tuhan datang menimpa begitu saja ke atas kita, tanpa sempat kita menyiapkan diri. Oleh karena itu, injil melanjutkan bahwa sebagai ganti pesta pora dan kemabukan kita hendaknya berdoa dan berjaga-jaga. Dengan kedua hal itu, semoga kita bisa terluput dari semua hal yang terjadi. Dan terutama sekali agar kita tahan berdiri di hadapan Anak Manusia. Semoga kita bisa menerima semua nasihat ini dan sungguh berani menerapkannya dalam hidup kita setiap hari sebagai orang yang teguh dan tekun dalam iman.

JUM'AT, 27 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Dan.7:2-14; MT Dan.3:75.76/77.78.79.80.81; Luk.21:29-33.



Hari ini ada Pesta Santa Perawan Maria Tak Bernoda dari Medali Wasiat, Pesta Santo Fransiskus-Antonius Fasani. Mari kita mengenang mereka dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini, sangat singkat. Ia berbicara tentang tanda-tanda pohon ara ataupun pohon apa saja. Yesus memang sangat dekat dengan alam. Sebagian dari ilustrasi ajaran-ajaran-Nya diangkatnya dari gejala-gejala alam. Sekarang Ia mengangkat dari gejala pohon ara atau pun pohon yang lainnya. Ia mengatakan bahwa kalau pohon ara itu bertunas, itulah pertanda bahwa musim panas sudah akan tiba. Datangnya kerajaan Allah juga didahului dan disertai sejumlah tanda-tanda dan gejala. Kalau tanda-tanda dan gejala itu sudah tampak, maka kita pun tahu bahwa Kerajaan Allah sudah datang. Apa yang harus kita siapkan agar layak dan pantas menyongsong kedatangan dan kehadiran Kerajaan Allah itu? Tidak lain ialah perubahan sikap dan hidup kita masing-masing. Mulai sekarang hendaklah kita mengarahkan seluruh hidup dan pandangan kita kepada Allah. Orientasi hidup kita haruslah bercorak teosentris, Allah harus menjadi pusat seluruh hidup kita. Itulah kerajaan Allah, yaitu situasi di mana Allah merajai hati, pikiran dan seluruh eksistensi manusia. Semoga kita mampu melaksanakan hal ini dengan sebaik-baiknya.

Jumat, 27 November 2009

KAMIS, 26 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Dan.6:12-28; MT.Dan.3:68.69.70.71.72.73.74; Luk.21:20-28.



Hari ini ada Peringatan fakultatif St.Leonardus, Leonardus a Porto Mauritio, Yohanes Berchmans. Mari kita mengenang mereka dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini berbicara tentang dua hal. Pertama, mengenai nubuat runtuhnya Yerusalem. Kedua, mengenai kedatangan Anak Manusia dan Perumpamaan tentang pohon ara. Akan ada pengepungan atas kota Yerusalem oleh segerombolan bala tentara para penakluk. Pada saat itu akan terjadi gelombang pengungsian yang dahsyat. Orang berlari mencari tempat pengungsian yang aman. Saat seperti itu juga adalah saat yang mendatangkan kesedihan dan kesengsaraan terutama bagi para ibu yang sedang hamil atau sedang menyusui dan para manusia lanjut usia. Akan terjadi pembantaian dahsyat. Mata pedang akan menjadi juru bicara yang paling menentukan dan tidak mengenal belas kasih sama sekali. Yerusalem akan dihancurkan. Martabatnya dari masa silam akan dihinakan orang. Penginjil juga melukiskan sejumlah tanda-tanda alam yang ajaib yang mengiringi kedatangan Anak Manusia. Tanda-tanda itu sangat dahsyat dank arena itu amat menakutkan dan menggentarkan hati. Tetapi justru pada saat itulah orang akan melihat kedatangan Anak Manusia di atas awan-awan. Dan kalau hal itu sudah terjadi, maka kita pun yakin bahwa saat pembebasan kita sudah tiba. Mari kita menantikan saat itu dengan tekun, sabar, dan setia. Juga dalam suasana doa dan pengharapan sejati.

Rabu, 25 November 2009

RABU, 25 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Dan.5:1-6.13-14.16-17.23-28; MT Dan.3:62.63.64.65.66.67; Luk.21:12-19.



Hari ini ada Peringatan fakultatif St.Katarina dr Aleksandria. Mari kita mengenang dia dalam hidup dan doa kita. Injil hari ini, melanjutkan apa yang kita dengar kemarin. Injil kemarin diakhiri dengan nubuat tentang tanda-tanda dahsyat dalam relasi antar bangsa dan juga tanda-tanda dahsyat di langit. Tetapi kata Yesus, sebelum semuanya itu terjadi, para murid akan ditangkap dan dianiaya. Mereka diadili oleh mahkamah agama. Mereka dijebloskan ke penjara. Mereka diseret ke hadapan penguasa politik. Alasan untuk semuanya itu hanya satu: karena nama Yesus. Tetapi Tuhan Yesus memberi kekuatan dan motivasi. Jangan terlalu takut dengan hal seperti itu, sebab hal bisa menjadi kesempatan untuk bersaksi lebih jauh dan lebih mendalam akan nama Yesus. Tuhan juga memberi jaminan dan kepastian agar kita tidak usah merepotkan diri mempersiapkan kata-kata pembelaan. Mengapa? Karena Tuhan sendiri akan memberikan secara langsung kata-kata berhikmat ke dalam hati dan budi kita. Kata-kata berhikmat itu akan membuat mati langkah para lawan yang menuduh dan membenci kita. Akhirnya, Tuhan Yesus juga masih memberi jaminan dan kepastian terakhir: para murid akan diserahkan dan bahkan dikhianati oleh orang-orang terdekat (orang tua, sanak saudara, dll), tetapi Tuhan menasihatkan agar kita tidak usah mencemaskan hal itu. Mengapa? Karena Tuhan memperhatikan kita. Bahkan ada jaminan janji bahwa kalau kita bertahan kita akan beroleh hidup.

Selasa, 24 November 2009

SELASA, 24 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Dan.2:31-45; MT Dan.3:57.58.59.60.61; Luk.21:5-11.



Hari ini ada Peringatan wajib Santo Andreas Dung Lac, Ignatius Delgado, Vinsensius Lim, Dominikus An-kham. Mereka ini adalah para martir dari Vietnam. Mari kita mengenang mereka dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini berbicara tentang dua hal penting. Pertama, mengenai keruntuhan Bait Allah di Yerusalem. Kedua, mengenai permulaan penderitaan. Bait Allah di Yerusalem adalah sebuah bangunan yang indah, megah, dan sangat mahal. Banyak orang mengaguminya. Setiap tahun orang dari segala penjuru datang berziarah ke sana. Orang bermazmur melukiskan perjalanan dan rasa hati mereka ketika berjalan menuju Bait itu. Tetapi, Yesus mengatakan bahwa akan tiba saatnya bahwa semuanya itu akan dihancurkan. Yang menarik perhatian ialah bahwa ketika para murid bertanya tentang kapan hal itu akan terjadi, jawaban Yesus tampaknya mengkaitkan peristiwa itu dengan penderitaan yang akan dialami oleh para pengikutNya. Itulah sebabnya Yesus menasihatkan agar para muridNya itu waspada jangan sampai mereka disesatkan. Sebab pada saat itu akan muncul banyak orang yang mengaku atau menyatakan diri sebagai Yesus, tetapi para murid dinasihatkan agar jangan percaya begitu saja akan orang-orang seperti itu. Akan ada tanda yang dahsyat dalam relasi para bangsa, yaitu akan terjadi peperangan dan kekerasan, tetapi hendaknya hal itu jangan sampai sangat mencemaskan dan menakutkan para murid. Jadi, itulah yang menjadi nasihat bagi kita: kita harus tetap tenang dalam menghadapi dan mengarungi segala sesuatu.

Senin, 23 November 2009

SENIN, 23 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Dan.1:1-6.8-20; MT Dan.3:52.53.54.55.56; Luk.21:1-4.



Hari ini ada Peringatan fakultatif untuk Klemens I (Paus dan martir), Kolumbanus (Abas), Beato Mikhael Agustinus. Mari kita mengenang mereka dalam hidup dan doa kita. Injil hari ini terkenal karena mengisahkan persembahan janda miskin. Saya selalu membayangkan mungkin Tuhan Yesus terkenang akan ibuNya, janda di Nazaret, yang memberi dari kekurangan. Dalam injil ini, Tuhan Yesus mengkontraskan dua tindakan memberi. Pertama, memberi dari kelimpahan seperti yang dilakukan oleh orang kaya. Kedua, memberi dari kekurangan seperti yang dilakukan oleh si janda miskin. Dalam yang pertama, orang hanya memberi sebagian, mungkin bagian yang paling tidak berarti dari apa yang mereka miliki. Sedangkan dalam yang kedua, orang memberikan segala-galanya karena hanya itulah satu-satunya yang ia miliki. Tuhan Yesus mempunyai keberanian moral untuk mengecam praktek itu dan sekaligus memberi penilaian moral. Cara pemberian pun berbeda. Orang kaya cenderung suka pamer di dalam memberi bila perlu dengan publikasi media masa dan televisi. Orang miskin memberi dalam keheningan dan diam-diam. Pelajaran moral dari injil ini sangat banyak. Tetapi saya hanya menekankan satu hal yang amat sederhana. Kita harus belajar untuk memberi secara total kepada Allah. Semoga demikian adanya.

Jumat, 20 November 2009

SABTU, 21 November 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE. 1Mak.6:1-13; Mzm.9:2-3.4.6.16b.19; Luk.20:27-40.



Hari ini ada Peringatan wajib SP Maria Dipersembahkan Kepada Allah. Mari kita mengenang peristiwa ini. Injil hari ini, berbicara tentang Orang Saduki yang bertanya kepada Yesus tentang kebangkitan. Orang-orang Saduki itu sendiri adalah kelompok yang tidak percaya akan kebangkitan. Sedangkan Yesus, percaya akan kebangkitan itu. Maka mereka pun datang kepada Yesus dengan sebuah kasus yang menarik. Ada tujuh orang bersaudara yang telah menikahi seorang perempuan karena mereka (mulai dari yang pertama) meninggal tanpa sempat mempunyai keturunan. Akhirnya si perempuan itu juga meninggal. Lalu, dalam alam kebangkitan, siapakah yang menjadi suami dari perempuan itu? Jawab Yesus sangat singkat: dalam dunia kebangkitan itu, orang tidak kawin dan tidak dikawinkan. Mereka akan hidup seperti malaekat. Lalu Yesus berteologi tentang kebangkitan. Menurut Dia, Allah itu bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup. Mengapa? Karena di hadapan Dia, semua orang hidup. Ternyata Yesus didukung oleh para ahli Taurat (yang banyak berasal dari kalangan Farisi, lawan politik dan ideologi Saduki). Pelajaran apa yang dapat ditarik dari sini? Kita jangan pernah nekad mencobai Tuhan dalam hidup ini. Itu saja.

JUM'AT, 20 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE. 1Mak.4:36-37.52-59; MT 1Taw.29:10.11abc.11d-2a.12bcd; Luk.19:45-48.



Hari ini ada Peringatan Fakultatif St.Agnes dari Asisi khusus oleh FMM. Mari kita mengenang dia dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini, mengisahkan tentang tindakan Yesus menyucikan Bait Allah di Yerusalem. Yesus mengusir semua para pedagang yang ada di sana. Baik itu pedagang hewan kurban, maupun pedagang dalam arti para penukar mata uang. Sebab memang dalam perkembangan sejarahnya, Bait Allah di Yerusalem menjadi seperti pasar ternak kurban dengan banyak kantor-kantor money-changer (para penukar uang). Alasan yang dipakai Yesus untuk membenarkan tindakanNya itu ialah bahwa kehadiran para pedagang itu telah mengubah Rumah Tuhan sebagai rumah doa dan kini menjadi sarang penyamun. Ini sabda yang sangat keras dan bahkan kasar. Lalu Yesus mengajar di Bait Allah. Hal itu menyebabkan ia menjadi populer dan tampaknya didukung oleh rakyat. Ia mendapat tempat yang lapang di hati rakyat. Tetapi para elit politik dan keagamaan merasa tidak nyaman dengan hal itu. Mereka mau menangkap dan menghabisi Dia tetapi mereka tidak tahu apa alasan yang paling tepat untuk melakukan hal itu. Lagipula mereka takut karena Yesus didukung oleh rakyat kebanyakan. Ini pelajaran sangat penting bagi kita. Jangan sampai kita menjadikan rumah doa sebagai ajang pemasaran. Datang ke gereja hanya untuk membicarakan bisnis. Seakan-akan bisnis adalah segala-galanya. Ketahuilah hidup kita tidak hanya tergantung pada bisnis saja. Masih ada hal-hal lain yang amat menentukan hidup kita di dunia ini. Mari kita menyadari hal itu terus menerus dalam hidup kita masing-masing.

KAMIS, 19 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm).
BcE. 1Mak.2:15-19; Mzm.50:1-2.5-6.14-15; Luk.19:41-44.



Hari ini ada Peringatan fakultatif St.Rafael dr.St.Yosef Kalinowski, St.Mechtildis, Agnes dari Asisi. Mari kita mengenang mereka dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini, berbicara tentang Yesus yang meratapi kota Yerusalem. Yesus sangat berharap, terjadi rahmat pertobatan atas kota ini. Tobat itulah yang menjadi syarat bagai damai sejahtera kota itu. Tetapi sayang, Yerusalem tidak bisa melihat dan tidak tahu akan hal itu. Itulah nasib tragis Yerusalem. Ia akan dikepung musuh dan akan dihancurkan. Yerusalem akan menjadi rata dengan tanah. Itu semua terjadi karena Yerusalem tidak mengetahui saat Allah melawat dia. Memang kedatangan Tuhan selalu bisa berarti dua: bisa merupakan peristiwa rahmat, tetapi bisa juga menjadi peristiwa hukuman. Menjadi peristiwa rahmat kalau kita hidup dalam pertobatan. Menjadi peristiwa kutukan kalau kita tidak hidup dalam pertobatan. Semoga kita bisa belajar dari nasib tragis Yerusalem ini. Kita selalu siap menantikan kedatangan Tuhan. Jangan sampai Ia lewat dan kita menjadi terlaknat.

Rabu, 18 November 2009

RABU, 18 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE. 2Mak.7:1.20-31; Mzm.17:1.5-6.8b.15; Luk.19:11-28.


Hari ini ada Peringatan fakultatif Pemberkatan Gereja-gereja Basilik St.Petrus dan Paulus, dan juga ada Peringatan Philippine Duchesne. Mari kita mengenang dia dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini, berbicara tentang perumpamaan uang mina. Seorang bangsawan memberikan sepuluh mina kepada sepuluh hamba agar dikembangkan. Bangsawan itu sendiri akan pergi jauh. Setelah ia kembali ia memanggil kesepuluh hamba itu. Hamba pertama melaporkan bahwa minanya telah menghasilkan sepuluh mina lagi. Hamba kedua melaporkan bahwa minanya telah menghasilkan lima mina. Hamba ketiga melaporkan bahwa ia tidak mengembangkan minanya. Terhadap kedua hamba pertama, sang tuan memuji mereka dan diberi tanggung-jawab sesuai apa yg mereka hasilkan. Sedangkan hamba ketiga, dihukum: mina yang ada padanya diambil lalu diberikan kepada yang pertama. Hamba itu sendiri dibunuh. Masing-masing dari kita sudah diberi mina oleh Tuhan. Mina itu adalah anugerah atau pemberian. Kata orang Jerman, Gabe ist auch Aufgabe. Pemberian adalah juga suatu tugas. Atau pemberian selalu mengandung dalam dirinya suatu tuntutan untuk mempertanggung-jawabkan tugas itu. Semoga kita didapati seperti kedua hamba pertama itu: mampu mengembangkan anugerah yang kita miliki. Kalau tidak kita akan menjadi kerdil dan miskin baik dalam artian material maupun intelektual dan spiritual.

SELASA, 17 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE. 2Mak.6:18-31; mzm.4:2-3.4-5.6-7; Luk.19:1-10.



Hari ini ada Peringatan wajib St.Elisabet dari Hungaria. Mari kita mengenang dia dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini, amat terkenal, yaitu kisah tentang Zakeus. Semoga kita semua hafal detail cerita ini. Zakeus dilanda rasa ingin tahu (curiositas) akan Yesus. Ia pun rindu bertemu. Kerinduan ini bermuara pada upayanya naik pohon, agar bisa melihat Yesus. Akhirnya bisa bertemu dan pertemuan itu membuahkan pertobatan, transformasi hidup. Kepadanya dikatakan ia mendapat keselamatan. Dari pihak Yesus ada apresiasi atas upaya Zakeus. Apresiasi Yesus itu menjadi konkret dalam kunjungan ke rumah yang dipuncaki dengan perjamuan, tanda hospitalitas. Semoga kita juga dilanda rasa ingin tahu yang hebat akan Yesus yang bermuara pada kerinduan untuk bertemu dan bersatu denganNya dan dengan itu memperoleh keselamatan. Upaya ini tidak mudah, sebab sebagaimana Zakeus tidak mudah untuk sampai kepada Yesus karena ia pendek dan ia terhalang oleh banyak orang, demikian juga kita, tidak selalu mudah untuk sampai kepada Yesus, karena pelbagai alasan, entah itu dibuat-buat atau memang alasan yang sejati. Tetapi mari kita belajar dari Zakeus yang dengan kreatif mencari jalan keluarnya sendiri agar dapat melihat dan bertemu dengan Yesus. Niscaya Yesus akan mengapresiasi upaya kreatif kita.

SENIN, 16 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE. 1Mak.1:10-15.41-43.54-57.62-64; Mzm.119:53.61.134.150.155. 158; Luk.18:35-43.



Hari ini Peringatan fakultatif Margarita dari Skotlandia, St.Gertrudis, Rochus Gonzales, Yohanes de Castillo, Alphosus Rodigues. Mari kita mengenang mereka dalam hidup dan doa kita. Injil hari ini, berkisah tentang Yesus yang menyembuhkan orang buta dekat Yerikho. Orang buta itu mengemis di pinggir jalan. Ketika ia mendengar keramaian, reaksi pertamanya ialah bertanya: Apa itu? Perhatikan baik-baik: apa itu. Tetapi ketika ia mendengar bahwa Yesus lewat, ia tidak lagi bertanya apa itu, melainkan ia membangun hubungan personal. Yaitu dengan memanggil nama Yesus. Ia memohon agar dikasihani Tuhan. Kemauannya begitu kuat, sehingga walaupun disuruh diam, ia tetap memanggil nama Yesus. Ini teladan bagi kita untuk tetap bertahan dalam relasi dengan Yesus walau dihalangi orang. Upayanya akhirnya berbuah. Keinginannya membangun relasi personal dengan Yesus, ditanggapi Yesus dengan mendatangi dia secara langsung. Terbangunlah relasi pribadi antara Yesus dan dia. Ia punya permohonan sederhana dan konkret: domine ut videam. Semoga aku bisa melihat. Dalam konteks relasi personal itu, Yesus dapat merasakan betapa kuatnya iman orang itu. Itu sebabnya Yesus berkata: “Melihatlah engkau, imanmu telah menyelamatkan engkau” Orang itu pun sembuh. Ia memuji Allah atas kesembuhan dan relasi personal itu. Ini model perjuangan membangun relasi iman bagi kita masing-masing. Semoga kita bisa meneladaninya.

Selasa, 17 November 2009

MINGGU, 10 JANUARI 2010

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE. Yes.40:1-5,8-11; Mzm.104:1b-2,3-4,24-25,27-28,29-30; Tit.2:11-14; 3:4-7; Luk.3:15-16,21-22.



Hari ini Pesta Pembaptisan Tuhan. Injil mengisahkan dua hal penting. Pertama, mengenai siapa Yohanes Pembaptis. Orang mengira ia Mesias. Terhadap hal itu Yohanes menegaskan bahwa dirinya bukan Mesias. Mesias akan datang. Kalau ia sudah datang, maka ia merasa diri tidak layak bahkan untuk membuka tali kasutnya. Yohanes juga melukiskan perbedaan antara pembaptisannya dan pembaptisan Mesias. Mesias akan membaptis dengan Roh Kudus dan api. Kedua, mengenai peristiwa pembaptisan Yesus. Ketika Yesus dibaptis, terjadilah peristiwa ajaib: Roh Kudus turun dalam rupa merpati. Peristiwa itu diiringi dengan suara ajaib dari angkasa: Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan. Salah satu hal yang dibahas dalam Bc.I ialah mengenai suara yang berseru-seru di padang gurun yang menyerukan agar dipersiapkan jalan bagi Tuhan. Dalam pembacaan Kristiani, suara itu adalah Yohanes, yang mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Ia datang membawa berita pembebasan, kelepasan dan sukacita. Bc.II berbicara tentang konsekwensi praktis dari tibanya kasih karunia Allah kepada kita. Kita harus hidup adil, beribadah, penuh pengharapan. Tetapi pada dasarnya kita diselamatkan oleh kasih karunia Allah sendiri saja, bukan oleh perbuatan baik kita.

MINGGU, 03 JANUARI 2010

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE. Yes.60:1-6; Mzm.72:2,7-8,10-11,12-13; Ef.3:2-3a.5-6; Mat.2:1-12.



Hari ini Hari Raya Penampakan Tuhan, Epifani. Juga Hari Anak Misioner Sedunia. Ini karena Tuhan dalam rupa bayi menampakkan Diri dan dengan itu mewartakan Diri kepada Dunia. Itulah tugas anak-anak saat ini dan di sini, menjadi saksi Kristus. Injil hari ini berkisah tentang kunjungan orang bijaksana dari Timur. Mereka datang karena melihat bintang kelahiran Tuhan di angkasa. Itulah reaksi pertama atas kelahiran Tuhan: orang bijaksana datang menyembah. Reaksi kedua berasal dari Herodes: ia takut dan terancam dengan kehadiran raja baru itu. Maka ia merancang rencana jahat. Bahkan ia meminta pendapat ahli kitab dan orang bijaksana dari Timur. Ia berpura-pura mau menyembahNya. Kedatangan Tuhan diwartakan secara kosmis kepada segala bangsa, yang terwakili oleh tiga raja dari Timur. Ketiga raja itu amat bersukacita ketika melihat bayi itu. Mereka mempersembahkan hadiah yang mereka bawa. Ketika pulang mereka tidak ke Yerusalem karena diingatkan akan rencana busuk Herodes. Terang Bintang Tuhan yang dilihat para Majus dari Timur sudah dinubuatkan dalam Perjanjian Lama. Bc.I berbicara tentang Terang Tuhan yang terbit atas Sion, yang menyebabkan para bangsa datang kepada terang itu. Terang itu mendatangkan sukacita besar. Muka sekalian orang yang melihat terang itu berseri-seri. Akhirnya, Bc.II berbicara tentang rahasia panggilan dan penyelamatan orang bukan Yahudi, termasuk orang Bijaksana dari Timur (pasti bukan Yahudi). Mereka diselamatkan karena berita Injil. Berkat berita injil mereka turut menjadi ahli waris dan anggota tubuh dan peserta dalam janji yang diberikan dalam Kristus Yesus.

JUM'AT, 01 JANUARI 2010

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE. Bil.6:22-27; Mzm.67:2-3.5,6.8; Gal.4:4-7; Luk.2:16-21.



Hari ini adalah Hari Raya SP Maria Bunda Allah. Inilah arti penting tanggal 01 Januari ini bagi kitaArti penting tanggal ini bukan terutama karena hari ini permulaan tahun baru. Melainkan karena hari ini hari raya Maria Bunda Allah. Injil hari ini berkisah tentang kepergian para gembala ke Betlehem untuk melihat apa yang terjadi di sana. Ternyata mereka melihat seperti yang diberitakan para malaekat. Kecocokan itu membuat banyak orang terheran-heran. Tetapi reaksi Maria lain: Ia menyimpan segala perkara itu dalam hatinya dan merenungkannya. Para gembala kembali ke tempat mereka masing-masing, sambil memuji Allah. Kehadiran Tuhan senantiasa membawa berkat. Itulah yang disinggung dalam Bc.I. Bc.I berbicara tentang apa yang harus diucapkan imam tatkala memberkati umat. Di sana disebutkan lima kata kerja sebagai tindakan Tuhan: memberkati, menyinari, memberi kasih karunia, menghadapkan wajahNya, memberi damai sejahtera. Dengan itu Tuhan memberkati umatNya. Kehadiran Tuhan yang nyata seperti dilukiskan dalam injil, ditegaskan kembali dalam Bc.II. Bc.II mengisahkan kepada kita tentang kelahiran sang Anak melalui seorang perempuan. Ia diutus untuk menebus mereka. Itu terjadi agar kita dapat menjadi anak Allah. Sebagai anak Allah kita juga mendapat karunia Roh Anak-Nya. Roh itulah yang menggerakkan kita sehingga kita bisa mengenal dan berseru kepada Bapa, Abba. Sebagai anak kita juga berhak atas surga. Itu semua terjadi karena tindakan Allah saja.

Minggu, 15 November 2009

MINGGU, 27 DESEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.1Sam.1:20-22.24-28; Mzm.84:2-3.5-6.9-10; 1Yoh.3:1-2.21-24; Luk.2:41-52.



Bc.I berkisah tentang kelahiran Samuel anak Yang diminta dari Tuhan. Anak itu direncanakan akan dipersembahkan kepada Tuhan di tempat suci untuk mengabdi Tuhan seumur hidup. Dalam keluarga ini terjadi drama iman: Tuhan yang memberi, maka pemberian itu dikembalikan kepada Tuhan. Model penghayatan iman yang kudus yang indah. Bc.II berbicara tentang kasih karunia Allah kepada kita yang menjadi nyata dalam diri Yesus Kristus. Maka kita harus percaya kepada Yesus Kristus, Anak Allah. Kita juga harus saling mengasihi, karena itulah yang diperintahkan Yesus. Kalau kita melaksanakan hal itu, maka ia ada dalam Allah, dan Allah di dalam dia. Luar biasa! Injil hari ini berkisah tentang keluarga kudus (hari ini pesta keluarga kudus). Disebut kudus karena mereka beribadah kepada Allah. Ketika berusia 12 tahun Yesus “hilang” di Yerusalem. Hal itu mencemaskan dan menggemparkan orang tuanya. Mereka pun mencariNya dan menemukanNya dalam Bait Allah. Lalu Yesus pulang bersama mereka ke Nazaret. Di sana Yesus bertumbuh dewasa dan menjadi berhikmat dalam asuhan mereka.

JUM'AT, 25 DESEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE. Yes.52:7-10; Mzm.98:1.2-3ab.3cd-4.5-6; Ibr.1:1-6; Yoh.1:1-18 (1-5.9-14).

(Misa Siang, di atas jam 8 sampai jam 10 atau 12).


Bc.I berkisah tentang Tuhan yang menyelamatkan Sion. Tindakan itu mendatangkan sukacita besar bagi umatNya. Hal itu diwartakan dari atas gunung. Warta itu mendatangkan sukacita, kedamaian, kesentosaan. Tuhan menyelamatkan umatNya dan hal itu dipersaksikan oleh seluruh bumi. Bc.II berkisah tentang salam damai sejahtera Allah yang menyertai kita. Kehadiran damai itu memunculkan rasa syukur (eucharistia). Eucharistia itu semakin menjadi-jadi tatkala mendengar kasih yang hidup di kalangan umat, tentang iman akan Yesus Kristus yang tumbuh dan hidup di kalangan umat. Injil berkisah tentang cahaya yang terbit dalam kegelapan, yang dipersaksikan Yohanes (1-5). Juga berkisah tentang sabda menjadi daging, verbum caro factum est. Firman Allah, kalimat Allah, datang dan berdiam di tengah kita. Ini teologi kehadiran, teologi penyertaan. Kalau Mateus mempunyai Imanuel, Yohanes berteologi tentang kehadiran, sebab dalam bahasa Yunani, istilahnya ialah “Ia membangun kemahnya di antara kita.” Kehadiran yang menyelamatkan. Firman itu sudah berada sebelum segala abad (praeksistensi). Bahkan Ia juga terlibat dalam karya penciptaan.

JUM'AT, 25 DESEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Yes.62:11-12; Mzm.97:1.6.11-12; Tit.3:4-7; Luk.2:15-20.

(Misa Fajar, sampai jam 8 tgl 25 pagi)


BcI. Berbicara tentang pernyataan Tuhan mengenai keselamatan Sion yang sudah datang. Hal itu mendatangkan perubahan eksistensi: kini mereka menjadi bangsa kudus, orang tebusan Tuhan. Ini martabat baru karena Tuhan. BcII. Berbicara tentang keselamatan kita yang “....terjadi karena rahmat-Nya melalui permandian kelahiran kembali dan melalui pembaruan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan melalui.....Yesus Kristus, Juruselamat kita....” Dengan itu kita berhak beroleh hidup kekal seperti yang kita harapkan. Injil berkisah tentang tindakan gembala setelah mendengar warta malaekat. Mereka ke Betlehem. Mereka mendapati seperti yang diwartakan para malaekat. Hal itu membuat mereka kagum. Begitu juga orang yang mendengar kesaksian mereka. Maria menyimpan semuanya itu dalam hatinya.

JUM'AT, 25 DESEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE. Yes.9:1-6; Mzm.96:1-2a.2b-3.11-12.13; Tit.2:11-14; Luk.2:1-14.

(Misa malam, Maksudnya tgl 24 malam di atas jam 20; lebih baik di atas pk.22-24).


Bc.I berbicara tentang kelahiran Raja Damai. Kehadirannya mendatangkan cahaya dan pembebasan, sukacita, kedamaian. Itu terjadi karena Ia yang lahir itu berasal dari Allah. Bc.II berbicara tentang konsekwensi kehadiran Shalom Allah bagi hidup kita. Kita harus meninggalkan segala kefasikan dan keinginan duniawi, hidup bijaksana, adil dan beribadah. Hidup seperti ini harus kita lakukan sambil menantikan kedatangan juru selamat Kita. Hari ini Ia sudah tiba. Mari kita mulai hidup baru. Injil berkisah tentang kelahiran Yesus di Betlehem yang dikaitkan dengan perintah Kaisar untuk cacah jiwa sehingga Yusuf dan Maria ke Betlehem. Maria melahirkan Yesus di sana, dalam perjalanan. Natal adalah peristiwa perjalanan. Dalam situasi serba sederhana dan kekurangan. Selanjutnya dilukiskan reaksi gembala. Mereka mendengar kabar kelahiran itu dari rombongan malaekat. Mereka datang ke Betlehem untuk melihat peristiwa ajaib itu, sebab di sana terlahir juruselamat dunia.

KAMIS, 24 DESEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE. Misa sore (pkl.17-20). Yes.62:1-5; Mzm.89:4-5;16-17.22-25; Kis.13:16-17.22-25; Mat.1:1-25 (18-25).


Bc.I berbicara tentang tindakan Tuhan atas Sion yang mau menyelamatkannya. Tuhan tidak tenang sampai Sion hidup kembali dan bersinar. Itulah yang sumber sukacita dan tenteram. Itulah yang terjadi hari ini: Yesus, keselamatan Tuhan, lahir bagi kita di Betlehem, kota Daud. Bc.II berbicara tentang pidato Paulus. Di situ ia secara singkat mengisahkan sejarah keselamatan Perjanjian Lama. Sejarah itu berpuncak pada Yesus (ay.23). Dalam Injil dikisahkan tentang kisah kelahiran Yesus. Kita dengar kisah menarik, Yusuf mendapat kabar malaekat Tuhan. Jadi, tidak hanya Maria yang mendapat kabar dari malaekat Tuhan (doa Angelus). Isi kabar baik itu ialah Imanuel, Allah beserta kita. Imanuel itulah yang lahir hari ini di kota Daud. Ia yang lahir hari ini, diberi nama Yesus. Ia adalah penyelamat, kaarena Ia anak Allah. Reaksi Yusuf: ia taat. Yusuf mempunyai fiat sendiri. Semoga kita dapat menjadi orang yang taat dalam hidup iman.

MINGGU, 20 DESEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE. Mi.5:2-5a; Mzm.80:2ac.3b.15-16.18-19; Ibr.10:5-10; Luk.1:39-45.



Bc.I bernubuat tentang kelahiran penyelamat dari seorang perempuan. Penyelamat itu “...akan bertindak dan akan menggembalakan mereka dalam kekuatan TUHAN, dalam kemegahan nama TUHAN Allahnya.” Menurut kita itulah Yesus Kristus. Bc.II berbicara tentang persembahan sempurna. Apa itu? Itulah persembahan tubuh dan darah Yesus. Persembahan itulah yang kini satu-satunya berkenan kepada Bapa. Mengapa? Karena Yesus melakukan itu demi taat kepada Bapa dalam melakukan kehendak, rencana, dan perintah Allah. Persembahan Yesus itu adalah persembahan abadi dan kekal, karena dipersembahkan satu kali dan untuk selamanya. Injil hari ini berkisah tentang Maria mengunjungi Elisabet. Kunjungan itu membangun dan mempererat relasi yang hidup dan menghidupkan. Anak masa depan pun bereaksi: melonjak kegirangan. Elisabet mengatakan Maria berbahagia, karena ia percaya kepada Allah. Jadi, ini adalah gambaran iman yang membahagiakan. Semoga kita juga seperti itu.

Jumat, 13 November 2009

SABTU, 14 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE. Keb.18:14-16.19:6-9; Mzm.105:2-3.36-37.42-43; Luk.18:1-8.



Hari ini ada Peringatan wajib SP.Maria, Bunda Penyelenggara Ilahi, Peringatan wajib St.Nikolaus Tavelic, Yosef Pignatelli. Mari kita mengenang mereka dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini, memberi nasihat kepada kita mengenai doa, yaitu bahwa kita harus berdoa dengan tidak jemu-jemu. Dalam istilah teologi hal itu diungkapkan sbb: oratio continua (continual prayer). Ya, kita memang tidak pernah boleh berhenti berdoa. Doa adalah nafas hidup kita. Kita akan mati kalau kita tidak berdoa. Berdoa adalah struktur dasar hidup dan keberadaan kita. Karena menyadari arti pentingnya berdoa dan doa terus-menerus itu, maka Yesus pun mengajarkan hal itu dengan memakai perumpamaan. Ada seorang janda yang dengan tekun, dan bahkan tidak tahu malu, menuntut kepada seorang hakim, agar hakim itu mengurus perkaranya. Hakim itu kejam, bengis, dan apatis. Ia mau menyepelekan si janda itu. Tetapi ternyata akhirnya hati si hakim itu luluh juga, sehingga ia akhirnya mau mengurus perkara si janda itu. Hal itulah yang mau dipakai Yesus sebagai perumpamaan tentang doa. Seperti halnya hakim itu, Allah pun akan membenarkan orang pilihanNya tepat pada waktunya. Allah tidak pernah menunda-nunda dalam bertindak. Semoga itu juga dapat menjadi pengalaman kita semua.

Kamis, 12 November 2009

JUM'AT, 13 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE. Keb.13:1-9; Mzm.19:2-3.4-5; Luk.17:26-37.



Hari ini ada Peringatan wajib Beato Eugenius Bossilkov, Pesta St.Fransiska Xaverius Cabrini, Aloisius Versiglia, Callistus Caravario, Didakus dari Alkala, Agostina, Stanislaus Kostka. Marilah kita mengenang mereka dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini, membentangkan di hadapan kita sesuatu yang sulit. Tetapi saya dapat menyederhanakannya demikian. Kita harus selalu siap-sedia dan sadar akan hidup kita sekarang dan di sini. Jangan sampai kita terlena sehingga kita tidak sadar dan tidak siap akan datangnya hari pengadilan, hari murka (Dies Irae). Untuk menjelaskan hal itu, Yesus mengutip dua situasi dalam Perjanjian Lama. Pertama, situasi sebelum air Bah. Orang hidup seperti biasa. Tetapi hanya Nuh yang siap menghadapi sebuah bencana, pengadilan ilahi. Kedua, situasi sebelum kehancuran Sodom dan Gomorah. Orang hidup seperti biasa, tenggelam dalam rutinitas, bahkan dalam dosa. Tetapi hanya Lot yang siap menghadapi sebuah bencana, pengadilan ilahi. Pengadilan itu datang begitu saja secara tiba-tiba. Dan kita tidak diberi kesempatan untuk menunda-nunda. Maka kita harus menyongsongnya, apa pun keadaan kita. Itulah yang menjadi nasihat injil bagi kita hari ini. Semoga kita mampu menerima dan menghayatinya, kini dan di sini dalam hidup kita masing-masing.

Rabu, 11 November 2009

KAMIS, 12 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE. Keb.7:22-8:1; Mzm.119:89.90.130.135.175; Luk.17:20-25.



Hari ini Peringatan wajib St.Yosafat, uskup dan Martir. Ada peringatan fakultatif St.Theodorus Studites, seorang Abas. Mari kita mengenang mereka dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini, berbicara tentang teologi kehadiran Kerajaan Allah dan kedatangan Anak Manusia. Mungkin ini sebuah rasa keinginantahu manusia: kapan kerajaan Allah itu datang? Jawaban Yesus jelas: Ia datang tanpa tanda-tanda, apalagi yang heboh. Maka jangan cepat percaya kalau ada orang yang menggembar-gemborkan kedatangan itu. Mengapa? Karena menurut Yesus, Kerajaan Allah itu sudah ada dan hadir di tengah kita. Sesudah itu, injil berbicara tentang kedatangan Anak Manusia. Ia juga datang dengan tidak disangka-sangka. Maka tidak ada orang yang dapat mengklaim kedatanganNya, atau melihat tanda-tandanya. Itu semua hanya bohong belaka. Kalau ada orang seperti itu, jangan percaya. Ia hanya tukang catut eskatologi. Itu nasihat Yesus. Lalu bagaimana kedatangan Anak Manusia? Ia datang, tiba begitu saja. Maka kita hanya perlu bersiap-siap agar tidak terkejut menerima, menyongsong, dan menyadari kedatangan dan kehadiranNya. Di sini muncul sebuah teologi Anak Manusia yang unik. Yaitu bahwa Anak Manusia akan menanggung banyak penderitaan terlebih dahulu dan ditolak oleh angkatan ini. Sesudah itu ia akan dimuliakan. Bagaimana dengan kita? Semoga kita siap-siaga menerima kedatangan dan kehadiranNya, dan tidak sampai menolakNya karena tidak mengenalNya.

RABU, 11 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE. Keb.6:1-11; Mzm.82:3-4.6-7; Luk.17:11-19.



Hari ini ada Peringatan wajib St.Martinus dari Tours. Mari kita mengenang dia dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini, sangat terkenal karena ia berkisah tentang kesepuluh orang kusta. Kita semua hafal kisah ini. Tetapi baiklah kita sekali lagi dan terus mengisahkannya dalam rangka mengais makna baru. Dikisahkan bahwa ada sepuluh orang kusta datang kepada Yesus. Mereka dengan memelas, memohon agar disembuhkan. Yesus tidak segera menyembuhkan mereka, melainkan menyuruh mereka menghadap imam-imam. Sebab waktu itu, para imam yang menetapkan apakah mereka sembuh dan boleh kembali ke tengah masyarakat. (selama terkena kusta, mereka jadi sampah masyarakat). Saya bayangkan mereka ragu. Tetapi mereka lakukan. Betul. Di tengah jalan terjadi mukjizat. Tetapi hanya satu yang kembali berterima kasih. Itu orang Samaria. Kebanyakan kali kita bersikap seperti sembilan orang itu: Mengalami banyak mukjizat dalam hidup, tetapi lupa berterima kasih kepada Tuhan. Keselamatan datang dan terjadi atas satu orang itu, sebab hanya kepada dia sajalah terucap kalimat ini: Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau. Bagaimana dengan anda? Semoga anda berada pada jalur yang benar.

Selasa, 10 November 2009

SELASA, 10 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M.
BcE. Keb.2:23-3:9; Mzm.34;2-3.16-17.18-19; Luk.17:7-10.



Hari ini ada Peringatan wajib St.Leo Agung, seorang Paus dan Pujangga Gereja. Mari kita mengenang dia dalam hidp dan doa kita. Injil hari ini, berbicara tentang tuan dan hamba. Di sini disinggung mengenai relasi yang ada dan hidup di antara tuan dan hamba. Hamba melayani tuannya. Hamba dalam segala hal mengutamakan sang tuan. Ia tidak boleh mengutamakan dirinya sendiri. Apa yang mau disampaikan Yesus melalui injil ini? Yesus hanya mau menyampaikan sebuah pesan moral-sosial, bahwa kita harus melakukan segala tugas kita dengan tekun dan setia seperti seorang hamba melakukan tugas dan pekerjaannya. Bahkan setelah kita, sebagai hamba dan dalam kesadaran sebagai hamba, melakukan pekerjaan kita, jangan sampai merasa diri bangga. Mungkin juga menjadi sombong dan tidak tahu diri. Selalu ada kemungkinan seperti itu. Untuk mencegah terjadinya hal itu, Yesus menasihatkan bahwa setelah melakukan tugas mulia, kita harus selalu merasa sebagai hamba yang tidak berguna, yang hanya melakukan tugas dan kewajiban saja. Mungkin hal ini amat sulit bagi kesadaran individual manusia modern. Tetapi itulah etika sosial yang dibentangkan injil. Injil selalu menantang, menantang kita melakukan apa saja yang melawan arus. Semoga kita berani menerima dan menghayati tantangan itu.

Senin, 09 November 2009

SENIN, 09 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE. Yeh.47:1-2.8-9.12; Mzm.46:2-3.5-6.8-9; 1Kor.3:9b-11.161-7; Yoh.2:13-22.



Injil hari ini, berbicara tentang tindakan Yesus menyucikan Bait Allah. Bait Allah adalah rumah doa. Tetapi mengalami proses perubahan besar: menjadi pasar hewan, dan menjadi bank. Tempat orang membeli hewan kurban, dan menukar uang. Di situlah terjadi praktek penyimpangan dan ketidakadilan. Melihat hal itu Yesus marah: Ia mengusir para pedagang dan bankir yang ada. Ia menghancurkan dan memporak-porandakan meja-meja dan kandang-kandang mereka. Ketika hal itu ditentang orang Yahudi, Yesus lalu mulai berbicara tentang sesuatu yang lain, pada tataran yang lain, yaitu mengenai tubuhNya sendiri. Ia menantang mereka untuk merombak bait suci itu dan Ia akan membangunnya kembali dalam waktu tiga hari. Para lawanNya tidak dapat menerima hal itu. Tetapi Yesus berbicara tentang tubuhNya sendiri sebagai Bait Allah. Ia akan menderita sengsara, wafat, teapi pada hari ketiga Ia akan bangkit dari antara orang mati. Pelajaran apa yang dapat ditarik dari sini? Janganlah kita menjadikan rumah Tuhan sebagai pusat bisnis, pusat perdagangan. Jangan sampai kita mengembangkan relasi dan mentalitas bisnis dengan sesama di tempat suci. Jangan sampai kita mengembangkan relasi dan mentalitas bisnis dengan Tuhan sendiri. Jelas ini, tidak sepatutnya.

SABTU, 07 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Rm.16:3-9.16.22-27; Mzm.145:2-3.4-5.10-11; Luk.16:9-15.



Hari ini ada Peringatan fakultatif Beata Assunta Pallota, Beata Gratia dari Kotar. Mari kita mengenang mereka dalam hidup dan doa kita pada hari ini. Injil hari ini, berbicara kepada kita tentang hal kesetiaan. Ternyata kesetiaan itu tidak terutama harus ditampakkan dalam perkara-perkara besar melainkan kesetiaan dalam perkara-perkara kecil. Sebab kesetiaan dan ketekunan dalam perkara-perkara kecil, menunjukkan kemampuan seseorang untuk dapat setia dan bertahan dalam hal-hal besar. Kesetiaan dalam hal kecil adalah gambaran dari kemampuan seseorang untuk setia dan bertahan dalam mengemban tugas-tugas dan tanggung-jawab yang lebih besar. Kalau seseorang sudah dipercayai dengan tugas kecil, dan dalam tugas kecil itu ia terbukti setia, maka kepadanya akan diberikan tugas dan tanggung-jawab yang lebih besar. Saya kira ini adalah sesuatu yang sudah sangat biasa dalam perjuangan kehidupan di dunia ini. Hal kedua yang dibahas dalam injil hari ini ialah mengenai tuntutan kesetiaan yang bersifat tunggal dan satu arah. Tidak ada orang yang bisa mengabdi kepada dua tuan sekaligus. Biasanya yang terjadi ialah, hamba itu akan mencintai serta mengutamakan yang satu dan mengabaikan dan mengorbankan yang lain. Oleh karena itu, orientasi kesetiaan itu haruslah tunggal dan bersifat tetap. Orang tidak dapat dan tidak boleh berganti-ganti pasangan hidup.

JUM'AT, 06 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Rm.15:14-21; Mzm.98:1.2-3ab.3cd-4; Luk.16:1-8.



Injil hari ini, berkisah kepada kita tentang perumpamaan seorang bendahara yang tidak jujur. Ini sebuah teks yang termasuk kategori teks sulit dalam injil Lukas. Dikatakan sulit karena yang dikisahkan di sana ialah sebuah kisah kecurangan dan manipulasi surat-surat utang piutang. Tetapi justru itulah yang dipuji oleh sang tuan yang kaya itu. Mengapa demikian? Sesungguhnya sangat sulit untuk menjawab pertanyaan ini? Saya hanya mau melihatnya dengan dua cara berikut ini. Pertama, si bendahara itu memperlihatkan inisiatif yang luar biasa demi mengatur hidupnya sesudah ia dipecat. Kedua, si bendahara itu memperlihatkan kreatifitas yang luar biasa juga demi merencanakan hidupnya di masa yang akan datang. Kiranya kedua hal inilah yang dipuji oleh si Tuan kaya dalam kisah ini? Tentu, secara negatif teks ini dapat menjadi petuah moral: kita harus bekerja dengan jujur dan setia agar tidak ada cacat cela dalam hidup dan pekerjaan kita, sehingga kita tidak mudah dipecat oleh majikan kita. Kiranya inilah pelajaran penting yang dapat ditarik dari injil hari ini. Semoga ada gunanya juga.

Rabu, 04 November 2009

KAMIS, 05 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Rm.14:7-12; Mzm.27:1.4.13-14; Luk.15:1-10.



Hari ini ada Peringatan Fakultatif Beata Fransiska Amboisa, Beato Guido M.Conforti. Mari kita mengenang mereka dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini, mengisahkan kepada kita dua perumpamaan yang sangat menarik. Pertama, perumpamaan tentang domba yang hilang. Ada seorang gembala yang mempunyai seratus domba. Satu di antaranya hilang. Sebagai gembala ia tidak tega bahwa yang seekor itu hilang begitu saja. Maka ia pun mencari yang seekor itu. Ia begitu bahagia ketika ia menemukannya dan membawanya pulang. Peristiwa itu mendatangkan sukacita dan kebahagiaan baik bagi si gembala, maupun bagi seluruh kawanan. Kedua, perumpamaan tentang dirham yang hilang. Ada seseorang yang mempunyai sepuluh dirham. Salah satunya hilang. Ia mencarinya dengan tekun. Betapa ia berbahagia ketika ia menemukan dirham itu. Jadi, ada yang hilang, lalu di tuan pemilik mencarinya. Injil ini mengajarkan kepada kita perihal sikap tidak mudah putus-asa dan tidak meremehkan apa yang hilang dari diri kita. Sebab apa yang hilang itu adalah bagian utuh dari seluruh hidup dan diri kita. Seharusnya kita berusaha mencari dan menemukannya dan mengembalikannya ke dalam persekutuan hidup kita. Menarik bahwa kedua barang yang hilang ini adalah binatang dan benda mati. Sesungguhnya perumpamaan ini dilanjutkan dengan perumpamaan tentang anak yang hilang. Berbeda dengan yang terdahulu, si anak hilang itu kembali sendiri. Itulah jalan kesadaran dan pertobatan, sesuatu yang tidak terjadi pada dua yang terdahulu, sesuatu yang membedakan si anak hilang dari dua benda yang hilang sebelumnya. Semoga kita bisa meneladani sikap si anak hilang ini, yaitu sadar sendiri dan kembali lagi ke jalan yang benar.

RABU, 04 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Rm.13:8-10; Mzm.112:1-2.4-5.9; Luk.14:25-33.



Hari ini ada Pesta Santo Karolus Borromeus (CB). Mari kita mengenang dia dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini, berbicara tentang syarat mengikut Yesus. Syaratnya ialah orang harus melepaskan segala sesuatu untuk mengikut Yesus. Jelas ini syarat yang tidak mudah. Bahkan dikatakan juga bahwa orang harus membenci anggota keluarganya agar dapat mengikut Yesus. Bagaimana ini harus dijelaskan dan dipahami? Ini tidak mudah. Saya kira penjelasannya ialah demikian. Orang harus mampu mengambil jarak kritis dari pelbagai ikatan yang sudah ada dan terbangun sebelumnya demi mengikut Yesus. Apa saja ikatan yang terbangun sebelumnya itu? Bisa berupa ikatan keluarga. Juga bisa ikatan dengan harta milik. Tentu semuanya ini tetap bernilai dan berguna dalam dirinya sendiri. Tetapi kalau keterikatan itu terlalu berlebih-lebihan, maka sulit untuk mulai membuka hati dan budi terhadap bentuk relasi dan ikatan baru. Ibarat orang yang tangannya menggenggam banyak uang, maka tangan itu tidak akan dapat membuka untuk menerima sesuatu yang baru. Kalau ia terpaksa membukanya, maka uang yang ada di tangan itu terlepas, terbang ditiup angin. Jadi, injil hari ini mengajarkan kepada kita tentang keberanian melepaskan dan keberanian mengambil sikap jarak kritis dari pelbagai bentuk ikatan dan relasi lama sebagai syarat untuk masuk ke dalam bentuk relasi dan ikatan yang baru dengan Yesus. Semoga kita mampu ke arah sikap hidup seperti itu.

Senin, 02 November 2009

SELASA, 03 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.Rm.12:5-16a; Mzm.131:1.2.3; Luk.14:15-24.



Hari ini ada peringatan fakultatif Santo Martinus de Porres, Beato Pius Campidelli, Beato Rupert Mayer. Mari kita mengenang mereka dalam hidup dan doa kita masing-masing. Injil hari ini, punya judul amat menarik, “Perumpamaan tentang orang-orang yang berdalih.” Ada seorang tuan besar yang mengadakan perjamuan pesta. Untuk itu ia sudah mengundang orang-orang yang dipandangnya layak ikut ambil bagian dalam pesta perjamuan agung itu. Ketika tiba saatnya pesta itu dilaksanakan, ia menyuruh para hambanya pergi memanggil orang-orang yang sudah diundangnya agar segera bisa datang. Tetapi ternyata mereka semua, dengan alasan masing-masing menolak untuk datang. Mereka tidak mau datang karena mereka mempunyai urusan dan kesibukan masing-masing yang tidak bisa ditunda-tunda lagi. Hal itu diberitahukan kepada sang tuan agung. Ia menjadi murka, maka ia mengeluarkan perintah baru agar semua orang di pinggir jalan dipaksa masuk ke dalam ruang atau pesta perjamuan itu. Ketika pesta akan dimulai, maka seluruh ruangan sudah terisi penuh. Berarti tamu undangan sudah bakal tidak mendapat tempat lagi di sana. Jadi mereka tidak dapat menikmati perjamauan agung itu. Semoga kita tidak mudah menjadi orang yang selalu berdalih jika Tuhan memanggil dan membutuhkan kaki dan tangan kita untuk melaksanakan karya-karyaNya.

SENIN, 02 NOVEMBER 2009

Oleh: Fransiskus Borgias M. (EFBE@fransisbm)
BcE.2Kor.4:14-5:1; Mzm.130:1-2.3-4.5-6a.6-7.8; Luk.23:33.39-43.



Hari ini ada Peringatan Arwah Semua orang Beriman. Apa arti penting peringatan ini? Pertama, maknanya harus dilihat terkait dengan hari Raya 1 November kemarin. Kemarin kita merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus. Mereka adalah “gereja yang sudah menang berjaya.” Termasuk dalam kelompok ini ialah arwah semua orang beriman (perhatikan bahwa tidak dikatakan hanya orang beriman Kristiani saja, melainkan hanya orang beriman saja). Mereka sudah termasuk dalam gereja yang menang dan berjaya. Kedua, kita yang masih di dunia ini adalah gereja yang “sedang berjuang,” atau “gereja pejuang.” Semoga berkat teladan para kudus dan semua orang beriman yang sudah meninggal, kita dibuat mampu mengikuti mereka dan masuk ke dalam persekutuan para kudus di surga, communion sanctorum. Injil hari ini, mengisahkan kepada kita tentang dua penjahat yang disalibkan bersama Yesus. Yang satu di sebelah kanan dan yang satu di sebelah kiri. Mereka mempunyai sikap yang berbeda terhadap fakta derita Yesus. Yang satu ikut-ikutan mempersalahkan Yesus tetapi juga berharap agar Yesus bisa menyelamatkan diri dan juga dia dari salib. Yang lain tidak demikian. Ia merasa sudah sepatutnya dihukum karena ia salah. Tetapi Yesus, sebenarnya tidak pantas dihukum. Maka ia pun berdoa agar Yesus sudi mengingat dirinya tatkala Yesus datang sebagai Raja. Mendengar permohonan itu, Yesus pun saat itu juga langsung menjanjikan kerajaan Surga bagi si penjahat yang bertobat itu. Ia langsung masuk ke dalam persekutuan para kudus, ke dalam communio sanctorum. Semoga kita pun didapati seperti penjahat yang tahu diri dan bertobat ini.